Terlahir dari keluarga sederhana, 3 anak yang notabenya adalah keluarga alexander itu mampu membuat siapa saja iri akan keluarganya yang harmonis.terdiri dari 1 lelaki dan 2 perempuan itu mampu menghangatkan hati siapa saja yang melihat mereka.
Annatasya alexander,atau kerap dipanggil acha itu anak terbesar dari keluarga alexander,bibir tipisnya,dan juga gingsul yang ada digiginya mampu membuat siapa saja terpana akan senyum manisnya.
Hobinya menulis,karena menurutnya,dengan menulis ia akan menyalurkan beberapa ilusi dari pikirannya,dan secara tak langsung menyampaikan apa saja yang ada dihatinya.
Acha melangkah perlahan menuju balkon kamarnya menyesap rasa pahit kopi yang ada digenggamannya,iya pahit,sepahit hidupnya.
Sebagian orang beranggapan bahwa hidupnya penuh warna,namun bagaimana dengan acha?tentu saja sama, sama seperti yang lainnya, namun itu dulu sebelum gadis manis itu merasakan lika liku pahitnya kehidupan,susahnya untuk mempertahankan apa yang seharusnya dipertahankan.dan susahnya menafkahi 2 orang adiknya.
Ayahnya meninggalkan ketiganya saat acha memasuki kelas10,maksudnya meninggalkan dalam hal lain,ayah ketiga anak itu meninggalkan nya keluar negri tanpa memikirkan anaknya,ibunya meninggal setelah pertengkaran hebat yang membuat acha trauma akan yang namanya perkelahian.dan benci akan yang namanya kekerasan.
Sejak itu acha beranggapan bahwa,Didunia ini hanya ada 2 warna,putih dan hitam, dimana semua perasaan dijadikan satu. marah, sedih, kecewa, bahagia, putus asa, atau mungkin yang lainnya?.
Hingga seseorang datang kekehidupannya dengan lancang.membuat gemuruh didadanya tak beraturan setiap kali menatapnya.membuat pipinya bersemu setiap kali berbicara hal manis,dan membuatnya tertawa lepas seakan melupakan pahitnya kehidupan.
Alan getama alvito,lelaki yang menyelusup masuk kekehidupan acha dan dengan lancang mengambil hati gadis itu.
"Papa, sepatunya kena wajah Meisya ...."
"Cukup, Pa!"
"Papa, Meisya kesakitan sekarang."
"Meisya minta maaf."
"Meisya mohon maafin Meisya ...."
"Pa, kaki Meisya perih ...."
"Tangan Mei juga perih, Pa."
"Meisya gak akan bolos lagi, Pa. Meisya janji."
"Semuanya sakit, Pa. Peluk Meisya saat kesakitan, Pa," pinta Meisya dengan bergetar.
---><---
Meisya Keyrila Cheryl, gadis kelas sebelas yang hidup dengan penuh rasa sakit. Sakit fisik, dan juga hatinya. Orangtuanya yang tak menganggapnya ada sangat membuatnya merasa benar-benar tak dianggap di keluarganya. Meisya hanya hidup bersama tiga kakaknya yang menyayanginya.
Tapi karena suatu masalah, kakaknya menjauh dan membencinya. Bahkan tak jauh berbeda dengan orangtuanya yang tak menganggapnya ada.
Walaupun begitu, Meisya begitu bersyukur karena ada laki-laki yang selalu ada untuknya. Menjaganya dan bersikap seolah Meisya adalah adiknya, walau dalam hatinya menyimpan rasa yang lebih.
Siapakah laki-laki itu? Lalu penderitaan apalagi yang dialami Meisya?
---><---
Jangan plagiat ya, Sayang!
Dosa loh!!
Jangan lupa tinggalkan jejak!💙