Just For a Moment (REVISI)

Just For a Moment (REVISI)

  • WpView
    Leituras 11,706
  • WpVote
    Votos 1,692
  • WpPart
    Capítulos 37
WpMetadataReadConcluída sex, jul 10, 2020
WpInfo
Ficção
Mistério
"Karena sikap lamban lo, tiga orang itu mati." "Apa?" "Lo istimewa, Na, sama seperti yang dibilang partner gue. Lo bahkan jadi alasan kenapa dia membunuh tiga orang itu." "Maksudnya?" "Lo pikir kenapa semua korban berada di kelas yang sama dengan lo?" tanyanya. Dia melanjutkan, "Itu karena lo yang memotivasi partner gue buat bunuh mereka."
Todos os Direitos Reservados
#108
memori
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • 12 IPA 3 (Revisi)
  • She is fake nerd?✔(Proses Revisi)
  • I Think You Call This Love [END] S1 Story of Rei-Raka
  • AYKA
  • I KNOW YOU DON'T CARE
  • ERAT (TAMAT)
  • Ditya
  • New TOY~jr.
  • Rara [ Proses Penerbitan ]

Sekolah. Sekedar- ladel atau judul untuk bangunan yang menjulang tinggi yang menerima ratusan remaja yang katanya menuntut ilmu pendidikan. Apa itu sekolah? Yang ia tahu tempat ini adalah jelmaan neraka yang menggerogoti jiwa pelan-pelan. "Lo!!! Benar-benar licik!!" Teriakan itu meledak ke udara penuh emosi yang tidak bisa di jelaskan. "Hahahaha." Tertawa menggema, palsu, dan nyaring. Tangan terangkat menghapus jejak air mata gaib, padahal tidak ada air mata yang turun dari netra cokelatnya, mata itu kering tangis itu hanya sandiwara. Tawanya padam secepat kilat, seketika wajah itu berubah serius, seolah tidak pernah mengenal tawa. "Thanks for the praising to me." Wajah yang tadinya tertawa ceria langsung tergantikan dengan wajah yang berubah dingin, bahkan aura mengintimidasi mencekam lawan. "Gue nggak suka basa-basi," katanya pelan tapi menusuk. "Keluar dari sekolah ini dan point lo untuk gue! Atau......." Senyumnya miring dan beracun terukir. "Scandal lo gue sebar," tersenyum smirk. Menatap wajah gadis di depannya yang sudah pucat. "Lo ngancem gue??" Sebisa mungkin siswi bernama Velena itu terlihat berani. Ia tidak mau kelihatan takut di depan gadis dengan tai lalat di ujung mata kanannya itu. "No!" "Hanya memberikan saran," ujarnya santai." Saran gue ini bagus, nyelametin lo dari rasa malu, kedepannya."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo