DARAH BASAH [SUDAH TERBIT] 👹

DARAH BASAH [SUDAH TERBIT] 👹

  • WpView
    reads 213
  • WpVote
    Stemmen 18
  • WpPart
    Delen 8
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd woe, jul. 8, 2020
Prolog. "Berikan darah itu!" terdengar bisik suara, tepat di samping telinga. Tidur yang tidak begitu lelap dalam kamar yang sangat pengap. Rumah ini dihuni oleh aku, Ayah dan Ibu. Tiba-tiba aku dibangunkan oleh suara-suara aneh yang membuat merinding dan juga setengah pusing. "Darah apa yang dia inginkan?" gerutu Agatha dan perlahan ia palingkan wajah ke arah depan kamar yang telah terbuka sedikit. Terpaksa aku keluar kamar dan mendekat ke pelataran rumah. Sebenarnya tengah malam ini aku hanya sendirian, ditemani angin dan dingin yang membisik lirih dan merinding. Pohon-pohon tinggi menjulang di beberapa titik dekat rumah dan memakan segala pandangan. Menurut aku rumah ini menyimpan sejuta luka yang lama terpendam, cerita duka dan misteri yang tidak kasat mata. "Ada misteri apa di balik rumah mewah ini?" tanya agatha pada malam yang kelam.
Alle rechten voorbehouden
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • RUMAH BEKAS TUMBAL (TAMAT)
  • Rumah Bercat Putih
  • Say My Name
  • bisikan
  • WARISAN
  • RAGU : THE SECRET STORY
  • Become a Parent's [END]
  • Teror Leak (Selesai✔)
  • Escape - On Going

(BASED ON TRUE EVENT) Saya akan berbagi kisah tentang sebuah rumah yang memiliki sejarah kelam. Dimana keluarga saya pernah menjadi saksi dari kengeriannya. Rumah kosong ini, 'Rumah Bekas Tumbal'. *** "Pakkkk... Pak Hamka. Tolong kesini pak." Teriak salah seorang tukang. Pak Hamka segera menghampiri ke sumber suara. Disana 3-4 tukang terlihat mengerumuni sesuatu. "Ada apa pak?" Matanya terbelalak mendapati salah seorang tukang memegang sesuatu yang diletakkan diatas kain lusuh. Tulang belulang itu berukuran kecil, bahkan sebagian terlihat tak utuh. Diduga tulang belulang tersebut milik bayi. "Kok bisa ada ini? Tadi nemunya dimana pak?" Salah seorang tukang menunjuk ke arah bawah tembok yang sudah digali. Dimana tempat itu adalah tembok yang berdempetan dengan rumah kosong. *** -DILARANG PLAGIAT -DILARANG REPOST TANPA MENCANTUMKAN CREDIT PENULIS -JIKA INGIN REPOST DI PLATFORM LAIN,/ DIBAWAKAN DALAM BENTUK PODCAST YOUTUBE IJIN AUTHOR TERLEBIH DAHULU JIKA DITEMUKAN KARYA SAYA SEPERTI PELANGGARAN DIATAS. MAKA SAYA AKAN TINDAK TEGAS. --TOLONG HARGAI KERJA KERAS KARYA PARA PENULIS! TERIMA KASIH--

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen