APRIL
  • WpView
    LECTURES 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., juin 1, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Aprilia Saskia Defani, gadis berkaca mata dengan rambut hitam sebahu. Bersekolah di SMA Elang kelas 12 IPA-2 sebagai ketua kelas yang terkenal galak dan tegas. Bisa dipanggil April atau asi. Bukan air susu ibu yaa, tapi Aprilia Saskia. April adalah salah satu idola di sekolahnya. Selain cantik dia juga sangat pintar. Dia punya sahabat dari kecil namanya Geo. Bayu Geofano Anggara, seorang pemuda dengan tinggi 180cm dan tubuh yang atletis adalah ciri dari seorang pemain basket. Tapi Geo hanya seorang gitaris dari band yang suka manggung di cafe dekat sekolahnya. Geo juga bersekolah dengan April tapi dia kelas 12 IPS-1. Geo dan April sudah berteman dari kecil. Pertemuan pertama mereka di taman depan kompleks rumahnya. Saat itu April kecil sedang menangis karena bonekanya jatuh ke selokan. Geo yang baik hati mengambilnya dan mencucinya di sungai di samping taman. Tapi Geo malah menghanyutkan boneka itu. Bukannya meminta maaf Geo malah kabur dan meninggalkan April disana sambil menangis meratapi bonekanya yang hanyut. April pulang dengan mata sembab dan baju yang kotor karena mencari bonekanya. "Hey cengeng, nihh boneka lo" ternyata Geo tadi kabur mengejar boneka April yang hanyut. Dengan baju yang basah Geo memberikan boneka beruang itu kepada April. Bukannya berterima kasih April malah menangis semakin keras karena terharu dengan sikap Geo. Hingga saat ini mereka menjadi sahabat yang sangat dekat. Geo terkenal dengan sifat playboy-nya dari dulu. Dengan wajah tampan dan mata elangnya, siapa pun pasti jatuh hati dengannya kecuali, April. ..... "Takdir memang kejam, aku mencarinya hingga negeri cina ternyata dia ada bersama ku selama ini" ucap April "Yaaa dia memang kejam, mengenalkan banyak keindahan juga keburukan secara bersamaan. Membuat kita berkeliling untuk menikmati keindahan itu dan melupakan keindahan yang abadi" ucap Geo
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • My Bad Boy
  • [END] Antara Senin Dan Minggu [ft. Jay & Sunghoon]
  • Aku yang Ada Di Antara Kalian (Sudah Revisi)
  • Sepasang Sepatu #End
  • GHEVANIO[On Going]
  • Sergio | Haechan
  • Love Language
  • Elvina [COMPLETED]
  • Geo&Gia [END]

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu