UNTIL I REALIZED THAT IT WAS DUMB

UNTIL I REALIZED THAT IT WAS DUMB

  • WpView
    Reads 137
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 13, 2020
Semesta benar-benar memiliki jalan pikiran yang unik. Tega juga menurut saya. Jika tidak, mengapa ia membiarkan kami bertemu, lalu saling menyakiti, kemudian kami masing-masing pergi? Setelahnya, kini ia lantas ingin mempertemukan dua tokoh utama pada cerita usang yang hampir tenggelam dalam ingatan. *** "Hormat pak tentara!" "Aku mundur." "Ha? Maksud kamu?" "Aku nggak jadi masuk akademi militer." "Loh, terus selama ini kamu kemana?" "Pindah ke Jogja, ambil teknik informatika di PTN sana." Kaki saya lemas mendengarnya. Padahal harapan saya akan dilamar oleh angkatan udara. Sekarang, membayangkan akan dilamar oleh tukang service barang elektronik membuat saya sakit kepala. Tapi kemarin, secara tersirat ia seperti memberitahu saya bahwa kembalinya hanya untuk pamit pergi. Semesta, kalian punya rencana apa?
All Rights Reserved
#144
loveyourself
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PUTUS YUK DOK [dr. Rama & dr. Nirina]
  • [END] My First Love Lived Next Door
  • When Mr. Bossy Falling In Love
  • ℝ𝔼𝕍𝔸𝕃ℤ𝔼ℕ 𝔸𝔼ℝ𝕃𝔸ℕ𝔾𝔾𝔸 //𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖\\
  • Two Hearts, One Mission
  • Riana... I Love You (Completed✔)
  • Second Hearts
  • Green and White
  • RUN IN LOVE

[DOCTOR SERIES 1] Nirina dibayar oleh Karen untuk menggantikannya datang ke kencan buta yang sudah diatur orang tua Karen. Karen akan membayar SPP kuliah Nirina kalau gadis itu berhasil membuat Rama ilfeel dan dengan sukarela membatalkan perjodohan. Siapa sangka Dokter Rama bukanlah orang yang mudah. Dia sejak awal tahu kalau Nirina bukan Karen, dan sialnya, Dokter Rama ternyata sangat suka bermain-main dengan si cantik Nirina. "Kamu bikin aku makin penasaran tahu!" "Penasaran?" "Iya, penasaran, berapa banyak Karen bayar kamu, sampai kamu melakukan sejauh ini buat bikin aku benci ke Karen." Nirina melongo tak percaya. "Jadi Mas udah tahu kalau saya bulan Karen?" Rama mengangguk tenang. "Tahu, sejak awal." Sialan nih orang! Umpat Nirina dalam hati. "Jahat banget sih, ngerjain saya sampai kayak gini." Nirina sudah akan menangis, tapi ia tahan. "Kalau Mas udah tahu dari awal, berarti nggak mungkin Mas mau sukarela batalin perjodohan kan? Sia-sia dong usaha saya. Masih saja dipermalukan sama manusia seperti Anda." Nirina berdiri, ia hendak ganti baju dan secepatnya meninggalkan apartment Rama. "Jawab dulu berapa banyak Karen bayar kamu?" Nirina membuang napas kasar. "Tiga puluh juta, puas?" "Oke, aku akan menolak perjodohan ini. Biar kamu bisa dapetin bayaran kamu." "Beneran Mas?" Mata Nirina berbinar, senyumnya juga turut terbit. Rama mengangguk. "Iya, dengan satu syarat." "Apa?" "Kamu harus jadi pacarku, gimana?" Karya @melo_di_kata Sudah tamat di Karyakarsa

More details
WpActionLinkContent Guidelines