UNTIL I REALIZED THAT IT WAS DUMB

UNTIL I REALIZED THAT IT WAS DUMB

  • WpView
    Reads 137
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 13, 2020
Semesta benar-benar memiliki jalan pikiran yang unik. Tega juga menurut saya. Jika tidak, mengapa ia membiarkan kami bertemu, lalu saling menyakiti, kemudian kami masing-masing pergi? Setelahnya, kini ia lantas ingin mempertemukan dua tokoh utama pada cerita usang yang hampir tenggelam dalam ingatan. *** "Hormat pak tentara!" "Aku mundur." "Ha? Maksud kamu?" "Aku nggak jadi masuk akademi militer." "Loh, terus selama ini kamu kemana?" "Pindah ke Jogja, ambil teknik informatika di PTN sana." Kaki saya lemas mendengarnya. Padahal harapan saya akan dilamar oleh angkatan udara. Sekarang, membayangkan akan dilamar oleh tukang service barang elektronik membuat saya sakit kepala. Tapi kemarin, secara tersirat ia seperti memberitahu saya bahwa kembalinya hanya untuk pamit pergi. Semesta, kalian punya rencana apa?
All Rights Reserved
#39
bodyshaming
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Two Hearts, One Mission [Complete]
  • The Fate Of My Life (END)
  • Green and White
  • [END] My First Love Lived Next Door
  • ENTSCHULDIGUNG [COMPLETED]
  • Marvarsha! Bertukar Jiwa
  • Three Targeted Girls!!
  • Riana... I Love You (Completed✔)

Maurea adrielle nareswari atau yang biasa disapa Riell oleh teman-temannya, sedang menatap setumpuk buku tentang anatomi manusia, tatapan tidak selera terhadap buku-buku itu dilayangkan begitu saja olehnya. Berhenti sejenak dari kesibukan yang setiap hari dapat mengganggunya, Riell membenarkan posisi duduknya agar sedikit lebih nyaman, walau kasurnya tetaplah yang paling nyaman. Memainkan pena miliknya, ia kini berpikir mengenai kisah percintaanya yang tak kunjung terlihat beberapa tahun terakhir. "Kira-kira cowo-cowo di militer suka ga ya sama modelan cewe kaya gue?" Ucapnya pada diri sendiri. Ia pun tertawa dengan suara kencang, merasa sangat lucu apa yang di katakannya barusan. "Tapi kayanya... ga bakalan ada yang suka sama cewe kaya gue deh, susah di atur mana ada yang mau." •cerita ini pure dari hasil imajinasi penulis •karena aku bukan seorang dokter ataupun militer, jadi maaf ya guys kalau sekiranya aku salah informasi tolong di kritik atau saran, untuk edukasi dikit¹. •typo dimana¹ •cerita dapat di revisi kapan saja

More details
WpActionLinkContent Guidelines