Maretta's Mental Disorder

Maretta's Mental Disorder

  • WpView
    Reads 2,016
  • WpVote
    Votes 646
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 1, 2020
"Maaf, kau tidak bisa sembuh secara total. Kelainan mentalmu ini, bukan kelainan mental ringan. Ini berat," ucap Psikiater Jun dan memijit pelipisnya. "Apa saya tidak bisa disembuhkan?" tanyaku sekali lagi. "Bipolar tidak bisa sembuh total, hanya bisa pulih. Kelainan dalam jangka waktu panjang, dan kau harus jadi pasien rawat inap dirumah sakit jiwa ini." Note : [Kesehatan Fisik memang penting, tapi apakah Kesehatan Mental tidak penting juga?] Start - 2,June,2020.
All Rights Reserved
#63
bipolar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • Removed [HIATUS]
  • Welcome Home, Saga!
  • Hidden Pain
  • My Patient | Huang Renjun ✔
  • Drowning
  • ᴹᴱᴺᴱᴹᴮᵁˢ ᴮᴬᵀᴬ�ˢ ᴵᴸᵁˢᴵ || # ³ ᵗʳⁱˡᵒᵍʸ
  • Living with Bipolar Disorder | ✔
  • Love in Psychiatrical
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines