MALIK
  • WpView
    Reads 326
  • WpVote
    Votes 95
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 16, 2020
WpInfo
Fanfic
1Direction
"Nanti, kita akan punya rumah untuk berpulang dan tak akan singgah ke lain tempat" Malik, seorang pekerja Seni yang ingin mencari jati dirinya lewat kesederhanaan semesta dan tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis yang penuh dengan patah hati. Benar saja, mereka adalah dua insan yang ditemukan pada lara yang berbeda. Gadis itu selalu duduk di kedai kopi di dekat tempatnya bekerja dengan sebuah novel yang berbeda setiap mengunjungi kedai kopi. Hanya saja, Malik sedikit risih dengan kedekatannya dengan seorang Barista di sana.
All Rights Reserved
#8
kedai
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gema Asa di Ujung Senja
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Senandika : Titik Temu
  • SECANGKIR KOPI SEBELUM PULANG || END
  • About Love
  • Love is dangerous
  • Sunyi tak terlihat

Aksara Nurmala memutuskan meninggalkan desa untuk menjalani kehidupan baru di kota besar, memulai kuliahnya di Universitas Madya Nusantara. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kampus, ia berjuang menyesuaikan diri bukan hanya dengan tuntutan akademis, tetapi juga dengan kenyataan bahwa ia gagal mendapatkan beasiswa yang diidamkan. Hari-harinya mulai terasa monoton, hingga Aksara menemukan tempat pelarian di sebuah kedai kopi kecil. Di sana, ia sering kali duduk sendiri, menulis catatan pribadi sembari mengamati dunia di sekitarnya. Salah satu sosok yang menarik perhatiannya adalah Rafif, seorang pelanggan tetap dengan gaya bicara tenang dan pandangan hidup yang penuh misteri. Percakapan mereka, meskipun sederhana, selalu membekas dalam ingatan Aksara. Tanpa disadari, pertemuan-pertemuan itu membawa Aksara pada perjalanan batin yang lebih dalam. Di antara cangkir kopi dan obrolan singkat, Aksara menyadari bahwa pencarian jati diri tidak selalu datang dari kesuksesan besar, tetapi dari momen-momen kecil yang penuh makna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines