Story cover for MALIK by ocha_chansie
MALIK
  • WpView
    Reads 309
  • WpVote
    Votes 95
  • WpPart
    Parts 13
  • WpView
    Reads 309
  • WpVote
    Votes 95
  • WpPart
    Parts 13
Ongoing, First published Jun 01, 2020
"Nanti, kita akan punya rumah untuk berpulang dan tak akan singgah ke lain tempat"


Malik, seorang pekerja Seni yang ingin mencari jati dirinya lewat kesederhanaan semesta dan tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis yang penuh dengan patah hati. Benar saja, mereka adalah dua insan yang ditemukan pada lara yang berbeda.

Gadis itu selalu duduk di kedai kopi di dekat tempatnya bekerja dengan sebuah novel yang berbeda setiap mengunjungi kedai kopi. Hanya saja, Malik sedikit risih dengan kedekatannya dengan seorang Barista di sana.
All Rights Reserved
Sign up to add MALIK to your library and receive updates
or
#807keren
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Secangkir Kopi Sebelum Pulang || END cover
Sunyi tak terlihat  cover
A Cup Of Coffee (Done) cover
Bittersweet Coffee Cake [COMPLETED] cover
Love is dangerous  cover
Kopi & Deadline (On Going) cover
STRANGERS, PULPEN, AND A CUP OF COFFEE | HEESEUNG & KARINA cover
Coffee Late Night [S2 UPDATE] cover
Senantiasa Ada  cover
Gema Asa di Ujung Senja cover

Secangkir Kopi Sebelum Pulang || END

48 parts Ongoing

Di tengah kepulangan yang tak bisa ditunda dan perasaan yang belum selesai diucapkan, dua orang bertemu untuk terakhir kalinya. Mereka duduk di sudut kedai favorit mereka, berbagi cerita dalam diam, tertawa kecil atas kenangan-kenangan lama, dan menyesap kopi yang rasanya lebih pahit dari biasanya-karena diseduh dengan perasaan yang tak ingin berpisah. Cerita ini bukan tentang cinta yang besar atau konflik yang dramatis, melainkan tentang hal-hal kecil yang sering kali paling membekas: tatapan terakhir, kalimat yang tertahan, dan secangkir kopi yang jadi pengantar seseorang untuk pergi-mungkin untuk selamanya, atau hanya sementara. --- Tema Cerita: Perpisahan dan penerimaan Kenangan yang membekas Kehangatan dalam hal sederhana Emosi yang tak selalu diucapkan "Secangkir Kopi Sebelum Pulang" adalah sebuah cerita bernuansa slice of life yang hangat sekaligus sendu, menggambarkan momen perpisahan yang sederhana namun penuh makna. Cerita ini sering kali dibalut dengan latar suasana sore menjelang senja, di sebuah kedai kopi kecil yang menjadi saksi bisu pertemuan terakhir dua insan yang pernah saling berarti.