MALIK
  • WpView
    Reads 321
  • WpVote
    Votes 95
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 16, 2020
"Nanti, kita akan punya rumah untuk berpulang dan tak akan singgah ke lain tempat" Malik, seorang pekerja Seni yang ingin mencari jati dirinya lewat kesederhanaan semesta dan tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis yang penuh dengan patah hati. Benar saja, mereka adalah dua insan yang ditemukan pada lara yang berbeda. Gadis itu selalu duduk di kedai kopi di dekat tempatnya bekerja dengan sebuah novel yang berbeda setiap mengunjungi kedai kopi. Hanya saja, Malik sedikit risih dengan kedekatannya dengan seorang Barista di sana.
All Rights Reserved
#263
aksara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • SECANGKIR KOPI SEBELUM PULANG || END
  • Takdirmu Adalah Dendamku
  • A Cup Of Coffee (Done)
  • Bukan Stalker [TAMAT]
  • Coffe Shop
  • Love is dangerous
  • Senantiasa Ada

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines