WAKTU BERKISAH

WAKTU BERKISAH

  • WpView
    Membaca 11
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Feb 25, 2021
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Nad, kenapa si lo nggak pernah pacaran?" tanya seorang gadis berparas cantik bak dewi. "Ini pertanyaan yang keberapa kali sih? bukannya kamu udah tau kan jawabannya?" Nada memutar bola matanya, menjawab pertanyaan itu dengan malas. "Lo Nad, bukan kamu" suara lantang sahabatnya membuat Nada harus mengucapkan kata-kata andalannya lagi. "Sesuatu yang udah melekat dan nyaman itu bakal susah buat diganti sama yang baru dan asing, meski itu kelihatan lebih pas di mata orang lain" ucap Nada dalam satu tarikan nafas. "Iya deh iya Ibu Nadaaa.." jawabnya pasrah.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#784
religi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • She's Mine (COMPLETED)
  • (menuju) Jodoh Halalku [TAMAT]
  • Hey Keyla
  • PACARAN??? (COMPLETE)
  • CINTA ITU INDAH YA?
  • My Sweet Enemy [END]
  • ALESYA (END)

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan