Un Mese
  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 19, 2020
Sunny yang tengah karya wisata bersama rombongan sekolahnya, tiba-tiba harus mengalami kemalangan yaitu tertinggal oleh rombongannya di daerah pedesaan yang sama sekali tidak pernah didatanginya. Awal mula kejadian tertinggalnya dia adalah, karena ia tengah berada di sebuah minimarket. Bertemu dengan si pemilik toko yang minim ekspresi. "Tidak bisakah kau memberinya sebuah roti?"-Sunny Karena seorang bocah yang ditemukan oleh Sunny di depan minimarket, dia harus terlibat perdebatan dengan si pemilik toko yang enggan memberikan sedikit makanan untuk bocah lusuh tersebut. Karena itu, Sunny yang harusnya kembali dalam waktu kurang dari sepuluh menit malah bertengkar di minimarket selama lima belas menit. Akhirnya, ia tertinggal. Tanpa barang-barangnya, ponselnya yang habis daya, tidak mengenal daerah tersebut, dan sifat pelupanya yang tidak ingat nomor telepon keluarga, teman, atau pun guru sekolahnya. Terdampar di halte sepi tak jauh dari penginapan dan minimarket tersebut. Sunny hanya bisa berjongkok dan memainkan semut yang berlalu lalang di tanah. Mungkin, dia akan berada di halte ini sepanjang malam. Sebelum, "Siapa namamu?" Sunny melihat pria pemilik toko itu menatapnya dalam diam. NO PLAGIARISM ❗❗
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Essentialy Love (SELESAI)
  • Memory In Seoul - Complete
  • Blood & Obsession (HeeWon)
  • Super Psycho Love
  • Pluviophile [END]
  • A struggle
  • PATBINGSU 🔞 || [Tamat]
  • Mine [Jimin Fanfiction]
  • The One They Wanted

"Masih gak mau balikin?" Tanya seorang lelaki tampan dengan senyum sinis tipis nya. Disisi lain, seorang gadis terjepit diantara kedua tangan lelaki tersebut dengan pipi yang sudah merah merona dan wajah yang sudah tidak karuan, gadis itu menelan susah payah salivanya. "L-lo apa apaan sih?! Minggir, gue mau lewat!" Seru gadis tersebut sambil mendorong dada bidang lelaki tersebut. Tapi percuma, lelaki di depan nya ini tak sedikitpun berkutik. "Balikin dulu!" Gadis itu menarik nafas panjang sebelum menjawab, "Nih, ambil barang gak berguna lo" Setelahnya, gadis tersebut langsung menyerahkan sebuah handphone beserta headset kepada lelaki di depan nya. Sambil mendengus, gadis berambut kecoklatan itu mendorong kasar tubuh lelaki di depannya dan langsung berlari keluar kelas. 🍀🍀🍀 Bukan tentang seorang badboy yang bertemu seorang gadis populer yang cantik dan di kagumi oleh satu sekolah. Hanya saja, cerita ini mengajarkan untuk menghargai waktu yang ada. 🌸🌸🌸

More details
WpActionLinkContent Guidelines