Story cover for My Bad Sister×BTS by wtrmlnmoon_
My Bad Sister×BTS
  • WpView
    Reads 562
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 562
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Jun 01, 2020
"Nara,appa akan menikah 1 minggu lagi"-appa
"hah!!nara ga setuju!!appa udah gak sayang sama eomma kah?!"-nara
"bukan begitu"-appa
"aku tidak akan setuju appa!!terserah appa mau menikah atau tidak aku tidak akan menganggap mereka sebagai saudara atau eomma ku!!karena eomma ku cuma satu!!yaitu eomma jieun!!"-ucap nara lalu pergi

"dih adek kita dingin banget bahkan melewati bang suga!!"-ucap bts dht

nantikan lanjutannya hehewww
All Rights Reserved
Sign up to add My Bad Sister×BTS to your library and receive updates
or
#52btsstory
Content Guidelines
You may also like
Unraveled by ariftiaaya
17 parts Complete
"It's almost 8 years ago, ya kan?" Zaki mendengar pertanyaan yang sebenarnya bersifat retorika itu mengangguk sembari tersenyum kecut. "Ternyata rasa sayang aku gabisa bikin kamu bertahan ya?" Zaki menggelengkan kepalanya dan menatap Anggika dengan sendu, "Bukan itu. Tapi memang aku yang salah dari awal," Anggika tersenyum remeh menanggapi jawaban dari Zaki. "Aku lega, Anggika," Anggika mengernyitkan dahinya mendengar pernyataan yang tak semestinya keluar dari mulut seorang Nicholas Zaki. "Lega, finally I met you again, then I see you already have a boyfriend. Sesuai doaku dulu, lebih dari aku," Anggika menahan air matanya dengan sangat keras, "Lo yang jahat, tapi lo yang lega," Zaki hanya menatap sendu ke arah Anggika sembari tersenyum tipis, "I'm happier to see you with your boyfriend now, Rendra. Daripada kamu sama aku sakit terus." Air mata Anggika turun begitu saja. Zaki pun mengerahkan tissue kepada perempuan berambut ash brown di depannya, "Masih kaya dulu, kalau nangis jadi bengkak ya matanya? Jangan nangis ya, Anggika," Anggika menyeka air matanya kasar, dan Zaki yang berada di depannya melihat dengan napas yang memburu, sesak. "So, is this the actual closure?" desis Zaki dengan menundukkan kepalanya, tidak berani menatap kedua bola mata Anggika. Anggika mengangguk, dan mengulurkan tangan kanannya, "Thank you, good bye Zaki. Nice to know you," Zaki menyambut uluran tangan Anggika dengan senyum pahitnya, "Nice to know you, and i will always love you, Anggika."
You may also like
Slide 1 of 9
Unraveled cover
Orange Maple » Chenle X You cover
Perfect [Na Jaemin] [✔️] cover
F A T E |NA Jaemin| cover
[✓] The Right Heartbeat cover
you, you, you ; marklee cover
Ghost And Love || Park Jisung and Ningning aespa cover
Rion dan Baskala  ||  [RIKU.SAKUYA] cover
Couple Bad | HIATUS✅ cover

Unraveled

17 parts Complete

"It's almost 8 years ago, ya kan?" Zaki mendengar pertanyaan yang sebenarnya bersifat retorika itu mengangguk sembari tersenyum kecut. "Ternyata rasa sayang aku gabisa bikin kamu bertahan ya?" Zaki menggelengkan kepalanya dan menatap Anggika dengan sendu, "Bukan itu. Tapi memang aku yang salah dari awal," Anggika tersenyum remeh menanggapi jawaban dari Zaki. "Aku lega, Anggika," Anggika mengernyitkan dahinya mendengar pernyataan yang tak semestinya keluar dari mulut seorang Nicholas Zaki. "Lega, finally I met you again, then I see you already have a boyfriend. Sesuai doaku dulu, lebih dari aku," Anggika menahan air matanya dengan sangat keras, "Lo yang jahat, tapi lo yang lega," Zaki hanya menatap sendu ke arah Anggika sembari tersenyum tipis, "I'm happier to see you with your boyfriend now, Rendra. Daripada kamu sama aku sakit terus." Air mata Anggika turun begitu saja. Zaki pun mengerahkan tissue kepada perempuan berambut ash brown di depannya, "Masih kaya dulu, kalau nangis jadi bengkak ya matanya? Jangan nangis ya, Anggika," Anggika menyeka air matanya kasar, dan Zaki yang berada di depannya melihat dengan napas yang memburu, sesak. "So, is this the actual closure?" desis Zaki dengan menundukkan kepalanya, tidak berani menatap kedua bola mata Anggika. Anggika mengangguk, dan mengulurkan tangan kanannya, "Thank you, good bye Zaki. Nice to know you," Zaki menyambut uluran tangan Anggika dengan senyum pahitnya, "Nice to know you, and i will always love you, Anggika."