The Gado-Gado's

The Gado-Gado's

  • WpView
    Reads 131
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 9, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Nggak baik meremehkan mimpi orang lain, Ga. Kamu nggak tahu gimana rasanya menjadi mereka yang hanya mewujudkan impian mereka lewat mimpi." Phytag berucap pelan tapi masih bisa tertangkap di telinga Ega. Namanya Phytag, bukan karena rambutnya pitak melainkan karena ibunya guru matematika, jadi mencomot rumus Phytagoras untuk nama anaknya. ========== "Aku bukan orang yang peduli dengan mimpi dan hal-hal sejenis yang kamu katakan tadi. Apa gunanya juga menangkap mimpi kalau kita hidup di dunia nyata bukan dunia mimpi? Jadi adik manis," Ega menoleh pada Phytag, "terlalu banyak bermimpi itu nggak bagus untuk kesehatan pikiran. Segera bangun dari tidurmu. Dream will screw you up." Ega mendengus, terdengar seperti meremehkan. Namanya Ega, penghuni kos baru yang ingin mencari ketenangan namun harus menerima kalau ternyata dia salah memilih kos-kosan, karena... tidak ada hari tenang ketika ia tinggal di Kos-kosan The Gado-Gado's!
All Rights Reserved
#864
kocak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Horibble Woman (END)
  • ANNISA {ON GOING}
  • JATUH GAK CUMAN SEKALI
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • ELGAMA
  • Aku Ingin Bercerita
  • Because I'm Stupid (End)
  • Nial dan Nila
  • DAKSA [END]
  • COME; SIENNARA [END]

YANG MASIH DI BAWAH 19+ SKIP CEIRTANYA, DISINI ADA BEBERAPA ADEGAN YANG MENGANDUNG 🔞 Bagaimana jadinya jika musuh berubah menjadi seseorang yang kita cintai? "A collection of weak earthworms!" ucapnya sinis seraya mengacungkan jempol kebalik. Sang ketua dan juga anggota DAREDEVIL lainnya tercengang mendengar ejekan itu. Terutama ketua dari mereka, Alexander Galaxi. Tangannya mengepal hingga kuku-kukunya memutih menahan amarah. "Tuh orang siapa sih, gak ada peting beliung dateng-dateng jadi pengacau." ucap Bima Bastian anggota dari geng Alexander. "Nyari mati mungkin!" tukas cowok yang bernama Bagas Raymond. Senyum mengejek terpancar di balik masker itu. Aura kekejaman dan dendam telah membutakannya. Dendam yang sudah lama ia pendam, dan sudah saatnya dia membalaskan semua pada orang-orang sampah itu. "Musuh baru." ucap Alexander dingin. [CERITA INI MENGANDUNG KATA-KATA KASAR, PENUH KEKERASAN, PELECEHAN. HARAP BIJAK UNTUK MEMBACA.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines