ARABELLA

ARABELLA

  • WpView
    مقروء 755
  • WpVote
    صوت 316
  • WpPart
    فصول 8
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: خميس, يولـ ١٤, ٢٠٢٢
"Jadi ini alasan kamu ngajak aku kesini" lirih Bella seraya tersenyum kecut "Sekuat apapun aku berusaha untuk bertahan, nyatanya aku tetap dipaksa untuk menyerah" lirihnya Bella berbalik dan bersiap melangkahkan kaki telanjangnya. Namun, sebelum pergi Bella mengeluarkan kotak hitam berukuran sedang lengkap dengan pita dari dalam slin bagnya. "Happy Birth Day" *** Aku bodoh, benar-benar bodoh. Selama ini aku selalu menutup mata berharap semua akan baik-baik saja. Padahal aku tau cepat atau lambat ini akan terjadi. Namun aku tetap saja berangan seolah ini hanya ilusi. Berharap aku sedang berada di alam mimpi. Dan aku hanya perlu bangun untuk melihat realita yang pasti ~Arabella Putri Pramodya
جميع الحقوق محفوظة
#99
dava
WpChevronRight
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • Vericha Aflyn ✔️
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • Mari Kita Berdamai dengan Luka  (TAMAT)
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Nanti Juga Sampai
  • MIRAGE (Completed)
  • INSECURE [SUDAH TERBIT]
  • I'm Sorry [Terbit E-book]
  • 𝐁𝐫𝐨𝐤𝐞𝐧 𝐇𝐨𝐦𝐞? {𝐄𝐍𝐃}
  • Saat Semua Orang Berpaling

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى