Kerana Kau

Kerana Kau

  • WpView
    Reads 845
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing1h 8m
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 12, 2020
Aku hampir menangis akibat menahan kesakitan yang mencengkam perutku. Lagi sekali. Lagi sekali rasa sakit ini datang. Tetapi aku tidak tahu penyakit apakah yang membelenggu diri. Aku mahu merahsiakan tentang sakit ini daripada pengetahuan semua orang, termasuklah rakan-rakan dan ahli keluarga. Namun, aku tidak mampu. Firasat hati seorang perempuan bergelar ibu tidak pernah salah. Aku dipaksa menggunakan alat ujian kehamilan. Dan keputusannya amatlah merobek tangkai hati ini apatah lagi ahli keluargaku. Aku dicaci, dimaki dan dihalau bagai kucing kurap keluar dari rumah. Aku kelu. Aku tidak tahu apa yang perlu aku lakukan. Saat ini, aku hanya mempunyai doa sebagai peneman. Ya, berdoalah semoga kau kuat untuk menghadapi semua ini wahai hati.
All Rights Reserved
#6
sahabatsejati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sampai di titik, "Hallo" lagi
  • Wanita Mr. Zareef Iskandar [Volume 3]
  • Tiket Ke Syurga: Jalan Keluar
  • Trauma
  • Assalamualaikum Ustazah, KAHWINI SUAMIKU.
  • Another Level
  • Melting Pole
  • Eyes Contact [Jefri Nichol]
  • senyuman Terakhir [ C ]
  • When words fade

🥀 Zaya dan Fharis tumbuh bersama sejak kecil. Mereka selalu berangkat ke sekolah bareng, pulang bareng, ketawa bareng, dan saling tahu segalanya. Namun semuanya berubah sejak satu hari, hari saat Zaya akhirnya berani jujur tentang perasaannya... hari dimana Zaya blak-blakan bilang, "Aku suka kamu." Dan sejak saat itu juga, dunia mereka mendadak hening. Beberapa tahun kemudian, semesta mempertemukan mereka lagi lewat tugas sekolah yang memaksa mereka duduk berdua. Canggung, kikuk, tapi masih ada tawa yang sama. Di tengah hujan, lampu padam, dan tumpukan kertas sejarah, keduanya perlahan menemukan satu hal bahwa beberapa hubungan tidak perlu diulang untuk bisa terasa hangat lagi, bersamaan dengan kenangan yang ternyata tidak pernah benar-benar hilang. Mungkin mereka memang tidak ditakdirkan untuk "kembali seperti dulu" dan Zaya pikir mereka akan selamanya asing. Tapi ternyata, beberapa cerita cukup berhenti di satu titik titik di mana akhirnya dia bisa senyum dan bilang- "halo lagi." 🌧️ Semua terasa sangat luucu, hangat, dan sedikit menyakitkan, Sampai di titik, "hallo" lagi adalah kisah tentang dua sahabat yang belajar bahwa tidak semua kehilangan harus diakhiri dengan selamat tinggal, kadang juga cukup dengan sapaan kecil yang tertunda. 𓆝 𓆟 𓆞 𓆝 𓆟 ──── ୨୧ ──── zy

More details
WpActionLinkContent Guidelines