ARKEN
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 10, 2025
[Hanya 10 chapter] "Ku ingin bertahan... Tapi takdir yang hancur mematahkan semangat hidup ku." Arken Ari Ezra Dinata Adalah pemuda tampan yang harus memiliki kenangan buruk disepanjang hidupnya. Saat ia kecil ia harus melihat orangtua yang bercerai, kehilangan fungsi kaki kirinya,hidup di jalanan,mengamen hingga akhirnya saat dewasa ia menjadi orang yang sukses dengan kemewahan dan kekayaan ditangannya. Tapi sepertinya ia masih merasa menderita... Bagaimana bisa? "Semua sudah kudapatkan. Lalu mengapa aku masih mengingat semua itu? Mengapa aku tidak bisa bahagia seperti orang lain?"-Arken.
All Rights Reserved
#5
arken
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Zevadikael
  • Purple [END]
  • ARUM | On going
  • KAYLA : I DESERVE TO BE LOVED
  • Jangan Datang Hujan (TERBIT)
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • FARHAN [End]
  • Say Bye
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓

Zevran Arsaditya Kaellio, laki-laki yang tumbuh dalam keluarga hangat, dengan Mama dan Papa yang suportif serta kondisi ekonomi yang mendukung. Namun, siapa yang bisa menjamin bahwa semua itu akan bertahan lama? Kehilangan itu mungkin tak terasa saat ia masih kecil. Ia terlalu muda untuk mengerti apa arti ditinggalkan. Tapi waktu terus berjalan-dan saat Zevran mulai memahami dunia, ingatan itu datang menghantam tanpa ampun. Yang paling menyakitkan-Zevran bahkan tidak diizinkan melihat mereka untuk terakhir kalinya. Tidak ada perpisahan, tidak ada pelukan terakhir. Sampai hari ini, ia tak tahu di mana mereka dimakamkan. Ia mulai bertanya, mulai merasa, mulai sadar bahwa tak ada lagi tangan hangat yang menggandengnya pulang, tak ada lagi pelukan Mama di setiap malam sebelum tidur, tak ada lagi tawa Papa yang menyemangatinya saat terjatuh. Lambat laun, semuanya menjadi beban yang tak sanggup lagi ia pikul. Luka itu tidak sembuh, justru tumbuh bersama dirinya. Makin ia dewasa, makin dalam rasa kehilangan itu menusuk. Hidupnya kacau. Pikirannya porak-poranda. Ia bahkan sempat berada di titik di mana ia ingin menyerah-sebab rasanya, kewarasannya pun perlahan ikut terkubur bersama masa lalunya yang hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines