Keine Hindernisse 18+

Keine Hindernisse 18+

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 2, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Adryl Lessmith Jordanoa Bukan seorang pria sukses namun putra dari keluarga yang berada, tidak terlalu tampan namun wajahnya tidak akan pernah bosan untuk dipandang. Dia sederhana, tapi memiliki ciri khas tersendiri sehingga banyak gadis yang rela memberikan apapun untuk dirinya. Baik, pendiam dan tidak suka banyak bicara. Naresty Angel Wirasyma Gadis lugu, polos yang baru saja menginjak usia 18 tahun namun harus menanggung nasib yang malang karena harus menuruti apapun yang ibunya katakan, contohnya seperti perjodohan dirinya bersama pria berusia 25 tahun. Naresty ingin menolak, ia ingin menikah bersama pria yang dirinya cintai, bukan dengan cara perjodohan seperti ini. Namun apa daya, ibunya itu keras kepala, apapun yang dikatakannya adalah mutlak tidak bisa dibantah. Sungguh gadis kecil yang malang. "Perbedaan umur bukanlah halangan bagi kita untuk bersama." • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Harap bijak dalam membaca, dan bisa menghargai bagus maupun buruk karya orang lain.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]
  • || PERJODOHAN ||
  • Waiting For You [TAMAT]
  • ISTRI RAHASIA
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • ★the Silent Girl★
  • THE LEFTOVERS LADY
  • ISTRI GEN -Z
  • Normalnya, Ini Tidak Normal (END)
  • Assalamualaikum Cinta

Alana Refasya adalah perempuan yang nyaris tak tersentuh, elegan, mandiri, dan dihormati di dunia mode. Di usia 32 tahun, namanya bukan sekadar label, melainkan simbol eksklusivitas yang bertengger di puncak industri. Setiap gaun rancangannya bukan hanya sekadar pakaian, melainkan seni yang membingkai keanggunan. Sosialita, selebritas, bahkan bangsawan berlomba mengenakan karyanya. Wajahnya menghiasi layar-layar raksasa di kota besar, terpampang dalam cahaya gemerlap yang menciptakan ilusi kesempurnaan. Namun, kesempurnaan adalah fatamorgana yang mudah runtuh saat berhadapan dengan kenyataan. Pernikahan dengan Erland Addison membawanya ke dunia yang tak pernah ia kenal sebelumnya, sebuah rumah yang megah, tetapi kehilangan makna sebagai tempat berpulang. Ada sesuatu yang salah di rumah ini. Mereka yang tinggal di dalamnya terlalu terbiasa untuk merasa tidak dicintai. Terlalu lama mengandalkan satu sama lain tanpa pernah benar-benar percaya bahwa mereka tetap membutuhkan sosok ibu atau pasangan hidup. Dan saat itu juga, kenyataan menghantam Alana dengan keras. Keluarga ini telah porak-poranda dalam genggaman perempuan yang seharusnya menjadi tempat pulang mereka. Hancur begitu saja. Mengikis keyakinan bahwa mereka pantas dan layak dicintai. Luka-luka lama mengakar begitu dalam, kepercayaan telah lenyap, dan di dalam rumah ini, rumah yang seharusnya menjadi tempat kembali-tidak ada ruang bagi siapa pun yang mencoba masuk. Anak-anak itu menatapnya dengan sorot mata waspada, seakan menunggu saat ia melakukan kesalahan. Mereka tidak butuh ibu baru. Mereka tak ingin percaya lagi. Dan Alana pun sadar... perjalanannya baru saja dimulai. Karena ia tahu, membangun rumah bukan sekadar memiliki dinding dan atap. Bahwa memenangkan hati tidak sesederhana merancang gaun yang sempurna. Dan di tempat ini, di antara hati yang telah lama kehilangan kepercayaan, ia mengerti satu hal, sekadar usaha tidak akan pernah cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines