"Makasih Kael,makasih buat waktu nya. Makasih untuk masa kecil yang indah.Aku harus pamit" Ucap Acha sambil terisak
"Lo mau kemana Cha?"Tanya Mikhael
Acha hanya menatap Mikhael sendu lalu tersenyum. "Boleh aku minta peluk?"
Mikhael diam dan langsung menarik Acha kedalam pelukannya "gue gak akan nahan lo buat tetap disini karna gue tau alasan Lo pergi untuk apa. Gue harap lo bisa nemuin seseorang yang lebih dari gue"ucap Mikhael sambil mengelus kepala Acha.
Tiba tiba Acha mendongak dan menempelkan bibir nya ke bibir Mikhael,hal itu sontak membuat Mikhael mematung.
Setelah nya Acha langsung memundurkan dirinya mulai menjauh sambil terisak meninggalkan Mikhael yang diam bak patung.
Seolah-olah kesadaran nya hilang entah kemana.
PENASARAN? HAYUK MAMPIR DULU.
Perasaan itu terus membelenggu. Perasaan yang aku pikir bernama cinta, terasa lelah karena telah menunggu tujuh tahun lamanya. Raka sahabat kecilku, dia yang kutunggu.
Dia yang hadir, terasa menyenangkan, dia yang hadir sebagai penolong disetiap mataku tertutup.
Dia Raihan.
Bodoh, karena aku telah menyakitinya. Bodoh karena setelah aku menyakitinya, aku sadar dia yang aku cintai.
Ya laki-laki yang aku cintai. Adalah orang yang pertama Kali mengucapkan selamat atas resminya aku menjadi pacar orang lain.
Dan aku lupa tentang diriku. Aku yang tidak bisa berlama-lama bersama mereka, seharusnya aku mengingat itu sejak awal. Dan seharusnya aku tidak mengenal cinta, karena aku tahu. Aku tidak akan lama.