Story cover for RETISALYA by narukasha
RETISALYA
  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
Complete, First published Jun 02, 2020
Rumah adalah neraka dengan penyebutan yang berbeda. Sebab apapun yang berhubungan dengan hal itu menimbulkan luka-luka yang tak pernah terlihat dengan jelas. Cacian demi cacian semakin keras memenuhi ruang tengah seakan tak ada tanda-tanda akan berhenti atau segera diakhiri. Seorang anak duduk di atas kasur sambil menutup telinganya. Mencoba untuk tidak mendengar apa yang tidak seharusnya ia dengar. Tapi udara membawa suara itu tetap masuk melewati celah-celah jarinya. Dalam hati dia ikut menjerit. Merapalkan doa atau nyanyian apa saja untuk sekadar mengalihkan perhatiannya.

Cerita ini untuk mengingatkan kita bahwa tak semua orang memiliki hal baik yang membuat mereka berkembang dengan semestinya. Tapi kebaikan bisa datang dari mana saja, termasuk dari seorang anak yang hanya mengerti tentang luka.
All Rights Reserved
Sign up to add RETISALYA to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Puing luka by ummy12
24 parts Complete
"Malam itu menjadi awal dari mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan." Aluna kehilangan segalanya dalam satu malam-rasa aman, harga diri, dan harapan. Ia hancur oleh luka yang tak terlihat mata, tapi mengoyak jiwanya habis-habisan. Kehamilan yang datang dari pemerkosaan membuatnya ingin menyerah. Namun dalam reruntuhan hidupnya, ada dua hal yang terus menahannya agar tetap berdiri: keluarga yang tak pernah berhenti mencintai, dan janin kecil dalam rahimnya yang menjadi alasan untuk bertahan. Sejak itu, Aluna membenci laki-laki. Ketakutannya begitu dalam, hingga setiap tatapan dan suara laki-laki bisa membuat tubuhnya gemetar. Tapi ia tidak bisa menolak kehadiran laki-laki itu-sosok yang bertanggung jawab, yang tak pernah pergi, yang terus mengirim bunga, hadiah, dan surat-surat haru berisi penyesalan serta doa. "Aku tahu aku tak bisa menghapus malam itu. Tapi setiap langkah yang kamu ambil hari ini, adalah langkah keberanian luar biasa. Kamu tidak sendirian." - A. Hari demi hari, tembok kebekuan di hati Aluna mulai retak. Bukan karena dia lupa, bukan karena dia memaafkan dengan mudah, tapi karena perlahan, ia mulai membuka diri terhadap kemungkinan: bahwa tidak semua luka harus berdarah selamanya. Akankah Aluna mampu menghadapi masa lalunya? Mampukah ia membiarkan seseorang masuk ke dalam hidupnya lagi-meski dari kejauhan? Sebuah kisah tentang luka, keberanian, dan cinta yang lahir dari kehancuran. Untukmu yang sedang berjuang: kamu tidak sendirian.
You may also like
Slide 1 of 8
Menyerah atau Bertahan? cover
Buah kebencian untuk ayah END (Versi revisi) cover
ON REMEMBERING cover
Kami Tumbuh Dari Ledakan cover
The Quiet Orchestra cover
[1] LUKA SEMESTA [END] cover
Puing luka cover
Bukan Salahku Jika Aku Terluka cover

Menyerah atau Bertahan?

5 parts Ongoing

Nggak semua keluarga bisa di sebut rumah. Terkadang, mereka lah luka pertama bagi seseorang. Orang-orang ingin hidup seperti dirinya, apakah sebagus itu topeng yang dia buat?? Ada tangis yang ditahan, ada amarah yang tak bisa di unggkapkan, ada luka yang harus di sembuhkan. Ini bukan cerita tentang mencari kebahagiaan, melainkan bagaimana cara bertahan saat dirinya sendiri ingin menyerah. Jika jalan hidup mu tidak di takdirkan untuk bahagia. Mungkin, kamu takdirkan untuk membahagiakan orang lain. Jangan hukum dirimu sendiri, atas apa yang mereka buat. "Apa aku nyerah aja?" Ucap gadis imut itu. "Menyerah?? Kamu hanya tidak bisa menyadari, bahwa kehadiran mu bisa menerangi kegelapan di hidup orang lain" Jawab pria tampan yang menatap wajah gadis itu penuh kasih sayang". Penasaran bagaimana kisahnya? Yuk baca sampai habis ceritanya^^