Fate Rules ( On Going )

Fate Rules ( On Going )

  • WpView
    Reads 107
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 15, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Follow guys untuk mendukung penulis:) Mielka Immanuel adalah seorang gadis cantik yang terlahir dengan penyakit paru-paru. Selama hidupnya Mielka harus berjuang melawan penyakit tersebut tapi ia tidak pernah sendiri. Sejak ibunya meninggal 12 tahun yang lalu akibat penyakit yang sama, Mielka selalu di kelilingi oleh cinta kasih dari Keluarga dan sahabat-sahabatnya. Mielka bersekolah di SJS salah satu sekolah ternama di kotanya. Sama seperti remaja pada umumnya, Mielka juga memiliki banyak kisah dalam perjalanan cinta dan persahabatannya. Waktu Mielka tidak lama lagi tapi masalah yang menimpanya belum terselesaikan. Ia tidak dapat pergi begitu saja melihat semua kekacauan ini tapi tubuhnya sudah tak sanggup bertahan lagi. Akankah ia berhasil menemukan penyelesaian nya? Apakah ini akan berakhir begitu saja? Akankah sesederhana ini? Tidak tentu saja tidak! Kehidupan sangat lah rumit dan berbelit-belit tidak bisa di tebak oleh siapapun, yang bisa dilakukan hanyalah menikmati setiap detik dari cerita tersebut.
All Rights Reserved
#106
siswi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Elegi Rasa : Pergi
  • Takdir Kalea [Revisi]
  • Blue Sky [Tamat]
  • SWITCH
  • Gladis Story [SELESAI ✓]
  • TRANSMIGRASI 3 SAHABAT (TAMAT)
  • FRIENDzone (Completed)
  • SATRIA : not considered

Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui. Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat. Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila. Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar." Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines