Cangkir Persahabatan

Cangkir Persahabatan

  • WpView
    Membaca 23
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Sep 18, 2020
"Dari secangkir kopi kami mengenal persahabatan dan cinta. Dalam secangkir kopi kami menyadari rasa spesial itu memang ada. Dari secangkir kopi, aku dan dia berani mengatakan bahwa 'kami telah jatuh cinta'." Tapi,, bagaimana jika persahabatan dan cinta diseduh dalam satu cangkir yang sama? Mana yang akan kamu korbankan? Hati atau perasaan?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#361
semarang
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Coffee Crush
  • Beauty Of Taste
  • SUNSHINE
  • Mr Adams⌛Tamat⌛
  • SECANGKIR KOPI SEBELUM PULANG || END
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • Ar.

The Coffee Crush Di hari Kavya's Cafe membuka pintunya untuk pertama kali, Falisha Lyria tak pernah menyangka bahwa satu langkah kecilnya masuk ke dalam ruangan itu akan mengubah arah hidupnya. Ia hanya berniat singgah. Memesan kopi. Lalu pulang seperti biasa. Namun ia bertemu Aksananda Kavizra---pemilik kafe dengan cara bicara yang tenang dan keyakinan yang terasa terlalu meyakinkan untuk sekadar kebetulan. Sejak awal, Aksa tak pernah terdengar ragu. Ia berbicara tentang masa depan dengan seolah-olah Falisha sudah ada di dalamnya. Dan bagi seseorang yang tak pernah benar-benar dipilih sebelumnya, kepastian itu terasa seperti rumah. Kedekatan mereka tumbuh tanpa drama. Tanpa tarik-ulur yang melelahkan. Hanya dua orang yang merasa cocok, merasa yakin, merasa seolah semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Namun semakin hari, Falisha mulai menyadari bahwa ada bagian dari cerita Aksa yang tak pernah benar-benar ia dengar. Bukan karena disembunyikan, hanya ... tak pernah diceritakan. Dan dalam setiap hubungan yang terlihat tenang, selalu ada satu hal yang tak kasatmata. Falisha percaya ia adalah awal yang baru. Tapi bagaimana jika ia sebenarnya hanya kelanjutan dari sesuatu yang belum selesai? Atau mungkin, sejak awal ... ia memang tak pernah sendirian dalam cerita itu?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan