Batas Waktu

Batas Waktu

  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 10, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Menjadi seorang yang berpenyakitan adalah hal yang di tak diingankan oleh seluruh manusia di dunia ini. Tetapi mengapa aku yang harus merasakannya? Semua berawal dari kisahku di kelas tiga SMP. Aku mengetahui bahwa aku adalah seorang yang mempunyai riwayat kanker darah. Tak banyak orang yang tahu bahwa keadaan ku seperti ini. Yang mengetahuinya hanya lah aku, tuhan, supir pribadiku, dan dokter kepercayanku. Hah? Orang tuanya tidak tahu? Yaps. Orang tuaku tidak mengetahuinya. Kini aku duduk di bangku sekolah kelas DUA BELAS SMA. Selama itu aku pendam? Mengapa? Apa karena takut merepotkan biaya orang tua? Hey! Orang tua ku adalah jutawan! Mari kita baca kisahku...
All Rights Reserved
#177
leukimia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It HURTS
  • AKU FIGURAN (END)
  • GRIZLEN {On Going}
  • HOSHI NO KO
  • Tomboyish Girl [Proses Penerbitan]
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Hati yang Membingungkan
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • About Waiting (TentangPenantian)
It HURTS

Teman-teman bilang, kisah cinta gue itu pasaran. Naksir tapi cuma bisa memendam (kalo lo bilang gue pengecut, itu artinya bukan hanya gue aja yang lo judge tapi juga jutaan cewek yang naksir diam-diam). Sebenarnya sih itu udah kelewat lumrah. Yang langka terjadi di realita adalah.... punya sahabat berbeda jenis (cowok cewek maksudnya) dan parahnya lo naksir dia! Yupss. Itu yang sedang gue alami. Percayalah, rasanya berjuta kali lebih nggak enak dibanding lo naksir cowok terkeren di sekolah. Seakan ada sesuatu yang salah dan nggak pada tempatnya. Wajar sih, karena memang nggak seharusnya ada rasa "cinta" di tengah persahabatan. Tapi mau gimana lagi? Beruntung buat gue kalo perasaan itu melekat di kedua pihak. Nah, kalo nggak? Kan sakit. *** Peniu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines