Figur ayah adalah orang paling penting yang hadirnya bisa memberi kehangatan bagi anak-anaknya. Tapi tidak untuk seorang Amarta, seorang anak laki-laki yang dewasa tanpa figur seorang ayah. Seorang kakak sekaligus menjadi ayah bagi adiknya. Si dingin tapi sangat sayang dan hangat dengan keluarganya. Menjadi cinta pertama bagi adiknya bukanlah hal yang susah, tapi menjadi penguat untuk bundanya dia rasa tak semua orang bisa. Pada hakikatnya, anak yang besar tanpa cinta seorang ayah akan tumbuh menjadi anak hebat dan lebih tangguh dari pada yang lain. Karena dia tau tanpa cinta seorang ayahpun dia masih punya bunda yang selalu menjadi tempatnya untuk pulang. Dia punya seorang adik perempuan yang selalu menantinya depan gerbang dengan senyuman dan lambaian tangan.
More details