Trauma mencari jalan untuk dibahasakan setelah sekian lama dipendam oleh ingatan tubuh. Tapi bagaimana kalau bahasa tidak mampu membahasakan rasa sakit yang kita tidak tahu jelas apa itu sebenarnya? Adakah jalan keluar?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Saat ku kejar, kau semakin menjauh.
Saat ku diam, kau bertanya mengapa.
Dan,
Saat ku pergi, kau pun merasa kehilangan.
Lantas, siapa yang disalahkan disini?
Aku, kamu, atau sang waktu?