Story cover for Yes, Senior! by Jungfraujoch
Yes, Senior!
  • WpView
    LECTURES 71
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Chapitres 4
  • WpView
    LECTURES 71
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Chapitres 4
En cours d'écriture, Publié initialement juin 02, 2020
"Kenapa kalian diam? Gak sanggup? Hilang harga diri kalau minta maaf ke junior?" kedua alis Cia terangkat sambil menatap bergantian Fo dan Ray, "Biasanya kalau orang yang berpikiran dewasa langsung minta maaf kalau dia berbuat salah. Atau bagian badan tertentu kalian aja yang udah menunjukkan kedewasaan tapi pikiran masih bocah?" ucap Cia lantang. Ia geram setengah mati.

Fo menggertakan rahangnya tak kalah geram dari Cia. Ucapan tersebut sangat melukai harga dirinya. Ia juga tidak menginginkan acara itu ilegal dan gagal. Tapi ada sebab yang membuatnya menjadi seperti itu. 

Fauzhan Manggala Saito, biasa yang disapa dengan sebutan Fo adalah mahasiswa semester enam sekaligus ketua Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMAMEN) sedangkan Chiara Almeera Dareen yang disapa dengan Cia adalah mahasiswi semester dua yang merupakan junior dari Fo. Siapa sangka pertengkaran mereka akan berlanjut ke hubungan yang lebih serius antara junior dan senior kampus.
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Yes, Senior! à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#825mahasiswa
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Analog Melankolis, écrit par SlashedofSoul
21 chapitres Terminé
Raka merupakan seorang anak band dan mahasiswa tingkat akhir yang dari kecil dia hanya hidup bersama Adik perempuannya yang bernama Gita dan Neneknya karena ditinggal pergi ayahnya dan ditinggal mati ibunya, Raka sudah terbiasa mandiri dan prihatin, sehingga dalam masa kuliahnya dia memilih untuk terlambat lulus karena harus membagi fokusnya untuk bekerja demi mencukupi kebutuhan sehari-hari dan membantu keluarga kecilnya, walaupun seorang Rocker, Raka tetap memposisikan dirinya ketika di rumah untuk menjadi kepala keluarga, dalam perjalanan hidupnya Raka seringkali bertengkar dengan perasaannya dikarenakan menyimpan kebencian yang mendalam terhadap ayahnya yang meninggalkannya pergi ditambah ambisi ayahnya yang ingin menguasai aset peninggalan almarhumah ibunya, belum lagi Raka sempat mengalami fase patah hati yang cukup hebat karena ditinggalkan oleh kekasihnya demi laki-laki lain, ditengah kondisinya yang sedang berdamai dengan keadaan dan perasaannya hal tidak terduga menimpanya lagi yaitu ketika Raka mengetahui bahwa adeknya menjadi korban perpeloncoan diwaktu acara ospek sampai mengakibatkan adeknya masuk rumah sakit karena drop, hal tersebut membuat Raka semakin kesal dan marah sehingga Raka berinisiatif memukuli para senior senior yang menyakiti adeknya. Ditengah tengah banyaknya beban yang dirasakan oleh Raka, ada salah satu cewek (Fira) yang datang dikehidupannya dan memberikan energi positif baginya dikala perasaanya hanya diselimuti oleh kesepian dan kekesalan, sampai membuat Raka jatuh hati padanya.
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 8
Cinta Itu Kayak Skripsi - Kalau Nggak Dicicil, Nggak Kelar-Kelar! cover
Reorganisasi cover
Campus Playdate cover
Aku Ingin Bercerita  cover
Love Letters [END] cover
Line of Destiny (TERBIT) cover
Before Us✓ cover
Analog Melankolis cover

Cinta Itu Kayak Skripsi - Kalau Nggak Dicicil, Nggak Kelar-Kelar!

24 chapitres En cours d'écriture

''Tara, mahasiswi tingkat akhir jurusan Komunikasi, adalah sosok aktif, ceria, dan dikenal sebagai "ibu kos" oleh teman-temannya. Sementara itu, Raka, mahasiswa Teknik Informatika, lebih suka berkutat dengan laptop dan kopi hitam dibandingkan bersosialisasi. Dunia mereka berbeda 180 derajat-sampai skripsi mempertemukan mereka... secara tidak sengaja. Saat dosen pembimbing Tara tiba-tiba cuti panjang, ia dipasangkan dengan dosen killer yang terkenal sangat teliti-yang ternyata juga membimbing Raka. Terpaksa harus sering bertemu untuk bimbingan bareng, mereka jadi saling mengenal lewat keluhan-keluhan lucu, drama deadline, dan kopi sachet warung depan kampus. Di tengah tumpukan revisi, Wi-Fi kos yang lemot, dan kejaran wisuda semester ini, benih-benih cinta mulai tumbuh. Tapi seperti skripsi, cinta pun butuh dicicil. Pertanyaannya: apakah mereka akan kelar lebih dulu cinta... atau skripsinya?''