The Big Reveal// REVISI

The Big Reveal// REVISI

  • WpView
    Reads 238,901
  • WpVote
    Votes 10,030
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 14, 2022
Menikah di umur 19 tahun bukanlah hal yang mudah untuk di pikirkan, menjadi seorang istri sekaligus ibu harus benar-benar mengubah sikapku lebih dewasa lagi. Aku berusaha keras untuk bisa menjadi yang terbaik untuk suamiku, aku mencintainya sejak kelas satu SMA dia adalah kakak kelasku. Tak menyangka kita akan di jodohkan, dan berpikir hidupku jauh lebih sempurna ketika menikah dengannya. Siapa yang tidak mau menikah dengan laki-laki idamannya? Tentu semua orang berfikir aku sangat beruntung. Kenyataanya aku adalah yang paling sakit, sakit! Karena dia ternyata belum bisa melupakan mantan pacarnya. Aku mengenalnya, dia juga kakak kelasku. Aku tidak mau anak-anakku melihatku sedih, cukup aku saja! Aku saja yang tau. Baca kisahku dan jangan lupa vote and komen. Happy reading.
All Rights Reserved
#30
happyfamily
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Istri Cadangan
  • Pilau Cinta Ayunda (Completed✓)
  • Darsa (END)
  • Karla
  • Dear, Pak Dosen
  • Coming Home (CABACA.ID)
  • Luka [End]
  • Cinta Lelaki Kedua (TAMAT)
  • Meant To Be

(SUDAH DITERBITKAN) "Ibra aku punya syarat kalau kamu mau menikah denganku. Aku nggak mau hamil, aku masih mau melanjutkan karierku dulu, karena saat ini waktu yang tepat untuk berjuang mengejar impianku. Tapi, jangan kecewa dulu! Aku punya solusi yang mungkin bisa kamu pertimbangkan. Kamu diharuskan menikah secepatnya karena keluargamu menginginkan keturunan darimu, kan? Aku mempersilakan kamu memiliki buah hati dengan wanita lain. Dengan satu syarat, aku yang memilihkan wanita itu. Dan kabar gembiranya lagi, aku sudah mempunyai calon untukmu. Dia sepupuku, wajahnya mirip denganku." "Lalu ... kamu mau dia yang hamil seolah anak itu hasil buah cinta kita?" "Iya, bisa dibilang seperti itu. Kamu tenang saja, sampai dia hamil aku akan berada di luar negeri menyelesaikan pekerjaanku. Setelah dia melahirkan, maka perjanjian kita dengannya selesai." "Kalian gila! Lalu, selama dia hamil dia akan ada di mana? Kamu tidak akan meninggalkannya sendirian, kan? Demi Tuhan, Ris, ada anakku di dalam sana nantinya." "Dia akan ada di apartemenku. Kamu tenang saja, dia wanita yang mandiri. Kalau kamu mau mengajaknya tinggal di rumahmu aku tidak masalah selama tidak ketahuan orang." "Baiklah, asal kamu mau menikah denganku." "Tapi, satu hal permintaannya yang harus kita turuti." "Ya?" "Dia mau ... kamu juga menikahinya sebagai istri keduamu." "Apa?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines