The Big Reveal// REVISI

The Big Reveal// REVISI

  • WpView
    LECTURES 238,901
  • WpVote
    Votes 10,030
  • WpPart
    Chapitres 36
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., déc. 14, 2022
Menikah di umur 19 tahun bukanlah hal yang mudah untuk di pikirkan, menjadi seorang istri sekaligus ibu harus benar-benar mengubah sikapku lebih dewasa lagi. Aku berusaha keras untuk bisa menjadi yang terbaik untuk suamiku, aku mencintainya sejak kelas satu SMA dia adalah kakak kelasku. Tak menyangka kita akan di jodohkan, dan berpikir hidupku jauh lebih sempurna ketika menikah dengannya. Siapa yang tidak mau menikah dengan laki-laki idamannya? Tentu semua orang berfikir aku sangat beruntung. Kenyataanya aku adalah yang paling sakit, sakit! Karena dia ternyata belum bisa melupakan mantan pacarnya. Aku mengenalnya, dia juga kakak kelasku. Aku tidak mau anak-anakku melihatku sedih, cukup aku saja! Aku saja yang tau. Baca kisahku dan jangan lupa vote and komen. Happy reading.
Tous Droits Réservés
#5
ricko
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Meant To Be
  • Karla
  • Maaf, Cakra!
  • My Ex-WIFE IS BACK
  • Dear, Pak Dosen
  • La Douleur Exquise
  • Coming Home (CABACA.ID)
  • Call It What You Want (END)
  • When I Found You [COMPLETE]
  • Darsa (END)

Mungkin, hanya aku wanita yang paling sial di seluruh jagat raya ini. Aku pernah di tipu mentah-mentah oleh mantan-ku selama empat tahun. Aku juga pernah diam-diam menyukai seorang Pria yang sudah bertunangan. Dan aku harus menyesal seumur hidup saat dia meninggalkanku selamanya tanpa dia tau perasaanku yang sesungguhnya. Dan lebih tragis lagi adalah aku mendapati tunanganku yang hanya beberapa hari lagi menjadi suamiku selingkuh dengan sahabatku sendiri. Dan itu bukan Cuma satu kali terjadi. Oh Tuhan. Kutukan apa yang menimpaku. Bahkan aku tidak berani mengatakan perasaanku yang sesungguhnya kepada seseorang yang hanya menganggapku sebagai Sahabat. Karena kepengecutanku ini, Aku masih menjomblo di umur dimana semua wanita sedang merencanakan pernikahan ataupun sedang menggendong, bahkan mengantar anaknya ke sekolah. TRAGIS.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu