Gurat Pena Sahara

Gurat Pena Sahara

  • WpView
    Reads 124
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 6, 2020
Aku hanya salah satu makhluk yang tuhan ciptakan sebagai seorang perempuan dan disetujui oleh semesta untuk dianugerahkan nama Sahara. Bukan gurun. Ingat itu. Sebab aku tidak gersang dan bukan pula padang yang tandus. Percayalah, aku manusia. Manusia yang ditahun ke enam belas hidupnya dibumi, mempunyai hobi membuat puisi. Bukan tanpa motivasi, puisiku ini kutulis dengan sepenuh hati. Sebab tiap baitnya mengalirkan rasa yang tak tersampaikan lariknya menuangkan asa yang tak terwujudkan dan tiap katanya meneteskan satu demi satu kekaguman yang sengaja tak kusuarakan. Katakanlah aku terlalu pengecut Katakanlah aku penakut Katakanlah nyaliku ciut Apalah daya Ada banyak perbedaan diantara kita tapi aku berupaya mencoba untuk berkonsolidasi dengan semesta. Suatu hari, kumpulan-kumpulan kertas yang kurakit penuh diksi ini, akan ada ditanganmu. Membiarkanmu membuka lembar-lembar rahasia yang selama ini hanya ada diantara aku dan semesta. Agar kamu membaca Dan mengerti bahwa kau adalah inspirasi sekaligus cinta pertamaku, Rangga.
All Rights Reserved
#246
poem
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Tak Bertuan
  • Kata Baper「Quotes」
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Setelah Langit Berbisik
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • Gus Zayn : Langit Biru di Yogyakarta
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • Pengakuan Sang Semesta
  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • Embun di Ujung Daun (END)

Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. 🎭 Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! 😜✨ Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! 💪 Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. 🤷‍♀️ Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! 🍜✊ Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! 😜❤️ Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! 😉✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines