Gurat Pena Sahara

Gurat Pena Sahara

  • WpView
    Reads 124
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 6, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Aku hanya salah satu makhluk yang tuhan ciptakan sebagai seorang perempuan dan disetujui oleh semesta untuk dianugerahkan nama Sahara. Bukan gurun. Ingat itu. Sebab aku tidak gersang dan bukan pula padang yang tandus. Percayalah, aku manusia. Manusia yang ditahun ke enam belas hidupnya dibumi, mempunyai hobi membuat puisi. Bukan tanpa motivasi, puisiku ini kutulis dengan sepenuh hati. Sebab tiap baitnya mengalirkan rasa yang tak tersampaikan lariknya menuangkan asa yang tak terwujudkan dan tiap katanya meneteskan satu demi satu kekaguman yang sengaja tak kusuarakan. Katakanlah aku terlalu pengecut Katakanlah aku penakut Katakanlah nyaliku ciut Apalah daya Ada banyak perbedaan diantara kita tapi aku berupaya mencoba untuk berkonsolidasi dengan semesta. Suatu hari, kumpulan-kumpulan kertas yang kurakit penuh diksi ini, akan ada ditanganmu. Membiarkanmu membuka lembar-lembar rahasia yang selama ini hanya ada diantara aku dan semesta. Agar kamu membaca Dan mengerti bahwa kau adalah inspirasi sekaligus cinta pertamaku, Rangga.
All Rights Reserved
#56
cita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Embun di Ujung Daun (END)
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • Vous Me Voyez? ✔️
  • Damira (END)
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • AURORA
  • Pengakuan Sang Semesta
  • untuk seseorang yang pernah ku langitkan namanya

Aku melihat-mu dalam diam, Senyum-mu seindah langit sore, Membuatku terhanyut akan rayuan, Membuatku dilema akan sebuah rasa. Aku mengeja namamu dalam diam, Diam yang mampu membuatku asa, Kau tertawa di bawah langit senja, Sedang aku hanya bayang yang semu. Langkahmu, riuh di lorong waktu, Meninggalkan jejak di hati yang bisu, Aku menatap dari jauh, Menyulam rindu tanpa benang temu. Ah, mungkin memang begitu cara semesta bekerja, Menitipkan cinta tanpa meminta kembali, Menjadikan debar ini milikku sendiri, Sedang kau tetap menjadi kisah yang tak tersentuh...tapi selalu ada, ~ Rabunga Indah. Publish Start : 31 Januari 2025. Finish : 02 Februari 2025. DISCLAIMER ❗ Cerita ini, 70% berasal dari kisah nyata. Jadi, tolong jangan dicopas atau pun di plagiat. Walaupun tulisan keduaku ini masih kurang bagus dari segi penghayatan dan lain sebagainya. Tolong hargain, ya! Dan, cerita ini udah ada lama dari tahun 2022. Cuma, baru sempet publish sekarang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines