Dialog Terakhir

Dialog Terakhir

  • WpView
    Leituras 432
  • WpVote
    Votos 44
  • WpPart
    Capítulos 31
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, jun 10, 2020
Ketika cinta hanya mampu disampaikan lewat doa "Semoga ini menjadi teman dikala duka mu yang tak tertahankan." Puisi ini asli karya penulis, jika ingin post aku mohon cantumkan credit atau tag ig ke akun @recheesen_ . Mohon dengan sangat ya sebagai bentuk apresiasi kalian terhadap karya - karya saya. Terima kasih.
Todos os Direitos Reservados
#299
syair
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Takdir (Bukan) Pilihan
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Kau Puisi
  • TIMELESS CRUSH (REVISI)
  • Aku Pengamat, Terasingkan
  • Rangkaian Aksara

Gemercik air hujan itu menyembunyikan tawa yang menutupi samar nya luka. lentik nya jemari yang menyapa dinginya sepi. menyambut pagi dengan kecohan sang mentari. embun di ujung bumi,yang mengepul pesat perlahan pudar. beriring dengan air yang menggenangi tanah liat. ini bukan tentang cinta atau takdir yang menggeliat dalam doa. ini tentang kemampuan dalam pertahanan. yang mempertahankan hubungan, yang terancam oleh ketidakadilan. akan kah semua pertahanan ini harus berakhir dengan kata kata perpisahan yang di sah kan oleh takdir ? akan kah satu sosok dengan seluruh dopantasa dan pertahan nya akan luntur begitu saja? inilah dunia, menganggap semua ini adalah lelucon yang tak pantas, tak dianggap ada:) ________________________ "selama ini aku hanya menjadi pengisi kekosongan ruang mu,jangan berlebih dalam menanggapiku,sebab aku tak akan menjadi pengobat luka mu itu" ~Alice... "Aku tak perduli, yang kutau tugasku hanya sebatas mencintamu al" ~ Barra. " Jangan menambah semburat luka mu dengan menungguku, sebab ragaku takan bisa seutuhnya menjadi hak mu" ~Rama.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo