Because of Insults

Because of Insults

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 5, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Hinaan. Terkadang orang menjadikan hinaan sebagai bahan candaan, menghina kekurangan seseorang lalu tertawa bahagia tanpa ada rasa bersalah di raut wajahnya. Menjadikan kekurangan yang dimiliki oleh orang itu sebuah guyonan tanpa berfikir .... "Apakah dia sakit hati dengan candaan saya?" "Apakah dia marah?" Tidak. Mereka tidak pernah berfikir jika candaan yang mereka lontarkan adalah sebuah penghinaan dan membuat yang dihina merasa tertekan. Bahkan membenci dirinya sendiri. Bahkan tak urung rasa untuk mengakhiri hidup itu terkadang muncul kala hinaan yang mereka anggap candaan itu sudah sangat merusak psikis orang itu. Sampai ia berfikir .... "Mengapa saya harus terlahir seperti ini?" "Apa salah saya hingga mereka melakukan itu?" "Apa saya seburuk itu?" Dan banyak lagi pertanyaan yang didasari kata 'Apa' dan 'Mengapa'. Mereka tidak sadar jika candaan itu menyakiti diri seseorang. **** Holla! This is my first story on Wattpad😅 So, I'm so sorry kalau cerita ini masih banyak kurangnya. Saya juga masih belajar😅 And I hope you enjoy this story and happy reading 😊
All Rights Reserved
#17
panah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jejak Waktu [Complete]
  • Love In The Past {END}
  • Semu [Completed]
  • Broken ?
  • sraddah (on going)
  • The Devil's Love
  • ALEYA~~
  • ALETA
  • STORY CACA
  • crazy love |END

Halo guys.. I'm back dengan cerita baru, setelah cerita pertamaku yang gagal.. Semoga kalian suka yah sama cerita kali ini❤️❤️ So kalau alurnya kurang bagus tolong maklumi authornya yah, kalau ada kritik dan saran boleh langsung comment aja.. 😊😘😘 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Jejak waktu.. Waktu ku berjalan cepat, Menyisahkan memori yang mengakar penat. Meski ragaku berteriak memberontak, Namun, tidak dengan jiwaku. Tersenyum ia bersama mega yang merona, tatkala bintang berpijar turun ke perpaduan. Perjalanan ku mungkin sulit dan rumit hingga meninggalkan jejak waktu disetiap nafasku. Kenangan, waktu terakhir ku seindah perjalanan ku.. Ini adalah kenangan Indah yang takkan terlupakan, hanya akan membekas dalam ingatan. _________________________________________________________________________________________________________ PS : ⚠️Cerita ini hanyalah sebuah fiksi belakang yang terlahir murni dari sebuah kegabutan author, semua latar yang ada dalam cerita ini hanyalah sebuah haluan semata dan cerita ini tidak bermaksud untuk menyinggung para pembaca, jika ada kata-kata yang tidak menyenangkan mohon maafkanlah author.. Yang penasaran bisa langsung baca.. Tolong hargai dan jangan lupa kasih suport author terus, agar bisa semangat UP ceritanya, dengan cara vote kalo kalian suka dengan ceritanya, coment kalo kalian pengen kasih saran atau apapun itu, dan share kalo kalian berpikir cerita ini wajib dibaca teman-teman kalian.. Enjoy!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines