you and i

you and i

  • WpView
    Reads 123
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 7, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
-YOU AND I- PROLOG "Disini aku sadar, aku sudah menjadi orang asing untukmu. Melupakan kenangan kita bukan hal yang mudah, perlahan aku bisa terbiasa tanpa kamu walaupun hari hari yang ku jalani jauh lebih beda dengan hari hari bersamamu. Dan mungkin akan lebih baik jika aku pergi dari kehidupanmu."-Agatha. "Aku yang bodoh atau aku yang ikhlas? Membiarkan kamu pergi, padahal aku tau kamu sudah berjuang. Tapi kenapa kamu, aku abaikan? Lalu mengapa setelah kamu pergi aku baru sadar arti dari perjuangan dan arti ketulusan, maaafkan aku telah membiarkan kamu pergi, maaf."-Kai. "Maaf ta, gue gabisa ngungkapin perasaan gue sendiri, gue ga ngerti. Gue sayang sama lo, gue gamau ngeliat satu tetes air mata yang keluar dari mata indah lo karna lo tangisin cowo yang jelas udah nyakitin lo. Seharusnya gue bilang dari dulu gue suka sama lo. tapi gue takut, Takut lo menjauh. Kalau sekarang gue ungkapin, apakah bisa? Apakah semua ga terlambat?-Ryan Bagaimana kisah ketiganya? Apakah Agatha memilih cinta pertamanya yang jelas sudah menyakiti dia? Atau memilih sahabatnya yang selalu ada untuk dia, berbagi keluh kesah bersama dan akhirnya akan menjalin kisah cinta? Lalu bagaimana dengan kai? Apakah dia akan kembali? Apakah sebaliknya? Hilang tanpa kabar sepatah kata pun. Dan apakah ada seseorang yang bisa memikat hati Agatha? @anitaars_ ars
All Rights Reserved
#181
agatha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Yang Tak Kembali
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Disguise... [END]
  • I Love You
  • DIE WITH SMILE  [FAYEYOKO]
  • Ingkar 🌿|| Ending
  • Semerah Warna Cinta [TTS #3 | SELESAI]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||

Senja selalu punya cara untuk mengingatkanku padanya. Pada warna jingga yang memudar perlahan, pada langit yang semakin gelap, dan pada perasaan yang tak pernah benar-benar pergi. Aku masih mengingatnya dengan jelas- hari pertama aku melihatnya, tawa kecilnya yang ringan, dan caranya berbicara seolah dunia ini adalah tempat yang penuh keajaiban. Aku juga masih ingat saat aku akhirnya mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaanku, hanya untuk mendengar jawaban yang sudah kutakutkan sejak awal. "Aku nggak bisa, Rak... Maaf." Kalimat itü terus terulang di kepalaku, seperti kaset rusak yang tak bisa kuhentikan. Tapi anehnya, aku tetap di sini. Aku tetap bertahan. Mungkin ini bodoh. Mungkin aku hanya menggenggam sesuatu yang seharusnya kulepaskan sejak lama. Tapi, bagaimana caranya melepaskan sesuatu yang sudah menjadi bagian dari diri sendiri? Senja yang pernah menyatukan kami kini menjadi saksi bahwa beberapa hal memang tidak bisa kembali seperti dulu. Namun, meski tak bisa kumiliki, aku masih menyimpan perasaan ini. Bukan untuk berharap, bukan untuk menunggu, tetapi sekadar untuk mengenang bahwa aku pernah mencintai seseorang dengan seluruh hatiku. Dan itu sudah cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines