Melody.

Melody.

  • WpView
    MGA BUMASA 184
  • WpVote
    Mga Boto 67
  • WpPart
    Mga Parte 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, Oct 17, 2020
Kisah awal gadis biasa, yang mendapatkan sebuah beasiswa untuk bersekolah di sekolahan mewah dan sekolah yang begitu diidamkan semua orang. Gadis biasa itulah NADA. Awalnya dia kira itu akan menjadi hal yang indah untuknya. Namun siapa sangka, sekolah yang begitu diidamkan itu membuatnya tersiksa. Tersiksa karena bayang kata-kata yang menghinanya. Tersiksa karena dia hanyalah gadis biasa. Namun, dia tak menganggap hal itu. yang ia pikirkan hanyalah 'Sabar dan Dia ada disini untuk menuntut ilmu,bukan mendengar omongan mereka' dan seseorang pun datang,untuk menghiburnya dan menjaganya.
All Rights Reserved
#148
putihabu
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • My Loneliness
  • Adinda | Jeno Jaemin
  • Dari Nadya Menjadi Salsa Bersama Aidyn
  • My Coldest Gavin
  • ZELINARKA
  • My Evil Girlfriend (End)
  • Arunika
  • Kita Di Antara Waktu
  • ANDRIAN POSESIF BADBOY
  • SENO [ SEQUEL ]

Harusnya kamu itu sadar diri jadi orang. Setelah apa yang kamu lakuin dulu kamu pantas mendapatkan ini semua." Tio kembali meninggikan suaranya. Thasya yang mendengar teriakan itu memejamkan matanya untuk menahan air matanya. "Udah aku bilang berkali-kali papa. Bukan aku yang dorong kak Vian," teriak Thasya dengan air matanya luruh seketika. "Kamu mengelak lagi. Padahal udah jelas kamu yang memdorong kakakmu sampai jatuh tangga. Dan kamu sekarang ingin bunuh adikmu karena gagal membunuh kakakmu," ucap Tio tajam dan tanganya melempar ikat pinggang itu kearah Thasya. Dan bagia besi ikat pinggang itu mengenai dahi Thasya sampai berdarah.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman