Bayang Bayang

Bayang Bayang

  • WpView
    Membaca 100
  • WpVote
    Vote 20
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Jun 4, 2020
"Naura!! Ayo turun nak, sarapan dulu," panggil mamahku. "Iyaaa mah!! tunggu sebentar," sahutku dengan teriakan. Aku berdiri didepan cermin menggerai rambut yang tadinya diikat ponytail, entah kenapa aku merasa ada yang kurang tapi tidak tahu itu apa "Nau ayoo ikut gue dulu," ucap Bara padaku dengan menautkan tangan kami. Dan lagi-lagi timbul tanda tanya, aku merasa asing dengan sentuhan ini. Apa yang kurang? Dan kenapa terasa asing? Begitu banyak tanda tanya bermunculan di kepala.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#791
religi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )
  • Papa!
  • tentang sebuah rasa
  • CINTA ANGKASA
  • Catatan Hijrah
  • Im not alone
  • With you Forever
  • Fall in love with Ghost
  • PERCAYA? [END]
  • Love my angel

Malam ini, beberapa hari setelah aku kembali dari Arab Saudi, aku bersama ayah dan ibuku datang ke rumah salah seorang kerabat ayah untuk bersilaturrahmi di hari raya, dalih kami. Padahal, yang sebenarnya adalah kami memiliki maksud dan tujuan yang lebih utama dari bersilaturrahmi di hari raya, yakni untuk melihat gadis yang diinginkan ibu menjadi calon istriku. "Naira. Naira Salsabila nama lengkapnya. Naira ini adalah putri kandung kami." Begitu ayah gadis yang ingin kulihat itu memperkenalkan putri beliau kepadaku, dan kepada ibu dan ayahku, saat Naira, sapaan si gadis berhijab orange muda, menyajikan teh untuk kami yang sedang bertamu ke rumahnya. Naira, gadis berumur dua puluh tahun itu perlahan mulai mencuri pandanganku. Wajah putih lembut. Pipi yang merona. Tatapan matanya yang sendu. Senyum tipis yang mengunci bibir. Sikapnya yang santun. Pandangan yang senantiasa terkurung sungkan. Semua hal yang sungguh indah lagi anggun di mataku tersebut, seakan tak membiarkan hatiku untuk ragu pada niat suciku terhadapnya. Bahkan, sedikitpun keraguan tak ada bayangan akan tumbuh.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan