Doctor's Feeling 'END'

Doctor's Feeling 'END'

  • WpView
    Reads 10,147
  • WpVote
    Votes 491
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadComplete Sun, Sep 6, 2020
Arkhan Hamid, Seorang Dokter hewan yang mengabdikan diri di sebuah klinik miliknya, hingga Ia bertemu seorang gadis bernama Khadijah Ufaira seorang guru anak usia dini yang berlokasi didaerah yang sama Bagaimana mereka bisa bertemu dan saling mengenal ? Perjalan hidup yang tak semudah apa yang di pikirkan oleh Dokter muda itu hingga pada akhirnya Ia harus memperjuangkan sesuatu yang di inginkannya dengan gigih . Apapun yang membuatnya terjatuh dan tersungkur dimasa lalu, kini malah menjadi bahan evaluasi untuk jati diri . Akankah Khadijah mampu memahami situasi yang dialami oleh Arkhan . Disitulah Allah akan menjadi penengah dan memberikan petunjuk untuk keduanya
All Rights Reserved
#409
cintasegitiga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love In Profession[End]
  • Garis Vital [COMPLETE]
  • Cintailah Aku - Revisi
  • Takdir yang tak berpihak ( Versi Revisi)
  • Gus Arsya
  • It's Ginger Love
  • PERJUANGAN DOA[END]
  •     KEMBALI (REVISI)
  • BUKAN PILIHAN KU
  • Rasa Dalam Sujudku

-Cerita ringan dan enggak berbelit,semoga suka -Belum di Revisi Cut Syifa Azzahra adalah seorang mahasiswi kedokteran yang terpaksa harus berhenti mencapai impiannya dan menjadi guru di sebuah desa kecil yang jauh dari hiruk pikuk kota lalu bagaimana kah pertemuan nya dengan seorang Dokter Muhammad Alzam yang menjadi relawan saat desa yang ia tempati sedang mengalami bencana alam ___ "ya allah , saya tidak punya hak untuk memarahi dokter, saya hanya mengingatkan, saya juga pernah telat tapi tidak marah saat di tegur" zara berjongkok untuk mengikat tali sepatunya yang lepas, dengan mulut tidak hentinya mengoceh "Pokok nya kamu memarahi saya zara! hati saya benar benar sakit" seperti biasa dengan tampang sok sedih dan satu tangan mengelus dada "sekarang apa lagi yang mau kamu lakukan? oh, saya tau, sepertinya kamu mau saya mati dengan tidak memberi saya makan pagi dan siang" zara menghela nafas pelan, mengumpulkan ogsigen, mengumpulkan ogsigen sebanyak banyaknya, rasanya beban hidupnya akan bertambah sekarang. oh tidak melainkan sejak kemarin

More details
WpActionLinkContent Guidelines