Langit dan bulan

Langit dan bulan

  • WpView
    Reads 93
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Fri, Jun 19, 2020
kisah seorang anak dua kecil yang memiliki ikatan batin dan janji akan sepenuhnya selalu ada bersama sama dan kelak remaja nanti atau sampe tua pun nanti mereka berharap akan terus bersama. "Aku beljanji padamu,mbul bahwa nanti kalau kita udah becal akan selalu bercama cama.langit ndak mau picah cama mbul." ujar Langit "huaa...hua..huaaaa...angit kenapa kamu jahat cama mbul,kenapa langit mau pelgi dali mbul,mbul benci angit." ujar bulan Terakhir kalimat kata yang mbul ucapkan dengan penuh penekanan,apakah kelak dewasa nanti mereka bertemu kembali atau mbul semakin menjauh dari langit?apakah langit masih mengenal si mbul kecilnya? Bila berjanji harus ditepati,dan jangan mudah mengingkarinya.berjanji dengan memberikan sebuah harapan pada orang yang kita sayang maka akan sesak bagi orang itu.buktikanlah ucapan janjimu itu,jangan menjadi orang yang pendusta. Mau tau lanjutanya? Maka vote dan komen yah apalagi baca aku seneng banget.Buruan cari kelanjutanya Langit dan bulan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • Langit Malam Bersamamu
  • Photobox [ End ]
  • Langit Angkasa [SELESAI]
  • LANGIT
  • LANGIT & BULAN
  • langit biru
  • GALANG [SELESAI]
  • Langit Dan Bumi.
  • Pelangi sehabis hujan

"Peluk gue Hujan!" "Jangan mati sekarang BODOH!" "Bunuh gue Bumi biar bisa bareng terus!" "Bunda,Bunda.Gelap.Karena warna Awan hilang!" "Cepat berdamai Hujannya Pelangi,biar Hujan lebih bahagia kedepannya" Lo berubah Pel"Itu suara Bulan,dia mengatakan itu dengan isakan karena tidak ada sahutan apapun dari pelangi membuat Bulan semakin terisak.Untung sesuana cafe siang ini tidak terlalu rame itu memudahkan mereka untuk saling bicara tanpa memikirkan pendapat orang lain."Lo ga seperti Pelangi yang gue kenal,lo beda dan lo bukan Pelangi sahabat gue."Untuk satu kalimat dari Bulan membuat Pelangi tersenyum,dia menatap Bintang sebentar dan mengalihkan padanganya kepada Bulan."Bukan gue yang ga lo kenal,tapi lo memang ga kenal gue dari awal"satu tarikan nafas dan kekehan membuat Bulan menatap Pelangi, sedangkan Pelangi yang ditatap hanya diam dengan muka datar."Maaf, maaf,maafin gue,gue tau gue salah tapi tolong jangan hukum gue seperti ini."Bulan makin terisak,air matanya sama sekali tidak membuat pelangi kasian,tapi entahla mungkin hanya Pelangi yang tau apa yang dia rasakan saat ini.Bintang sendiripun merasa sangat bersalah atas semua ini,dia juga mengambil peran penting dalam semua hal perubahan yang terjadi pada pelangi."Makasih,gue pergi.Jangan cari gue lagi,karena Pelangi yang kalian kenal sudah mati."

More details
WpActionLinkContent Guidelines