THE TERRIBLE SOUL

THE TERRIBLE SOUL

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 24, 2020
Zoya Sahani Kehidupanku sempurna, atau mungkin kamu bisa bilang cukup sempuran. Menikah dengan pria baik yang menghasilkan satu anak yang cantik, tuhan seperti memberi kartu VIP pada kehidupanku. Segalanya terjadi begitu saja sampai mungkin aku hanya tinggal menunggu tua dan melihat anak tumbuh sampai mereka mempunyai keluarga sendiri. Kemudian tuhan seperti membalikan saklar padaku, kehilangan pria yang memberimu anak dan mendampingimu lebih dari tujuh tahun cukup sulit. Tetapi bahkan itu lebih sulit ketika Johanda memutuskan untuk mencampuri kehidupanku, terlalu sangat sulit karena dia kakak iparku. Aku mengunci hatiku dan melemparnya jauh kedasar lautan, segalanya tidak sama seperti dulu jadi aku tidak membutuhkan hatiku. Johanda Suseno Dahulu aku menatap dia tidak dengan apa-apa selain sedikit rasa hormat karena dia istri adikku, sampai adikku meninggalkannya sendiri dengan satu anaknya. Dia dahulu wanita yang hidup, tetapi sekarang dia seperti cangkang kosong yang kuat. Dia menganggap perhatianku pada zuzu dan dia hanya seperti iba, jika dia tahu lebih baik. Yang aku inginkan hanya memeluknya dan menjadi ayah zuzu, tetapi seperti yang aku bilang dia hanya wanita dingin sekarang.
All Rights Reserved
#823
istri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • Di Antara Kita (END)
  • Ustadzah Assyifa✔️
  • Hello Sunshine! ( completed )
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia
  • Mantan Housekeeper Bos! (Housekeeper Series)
  • Cinta di Langit Jingga | Jingga✔ (Repost)
  • She Is not Cleopatra

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines