Wabi Sabi

Wabi Sabi

  • WpView
    Reads 526
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 26, 2020
Jemari itu sama hangatnya dengan baskara. Terpandang netra penuh kelabu beserta konstelasi jiwa Sang pemuda. Barangkali dirinya berasal dari buana asing tidak terjamah. Hingga sebuah benang takdir melilit leher dengan memar tak samar Sang lelaki, menyadarkannya tepat setajam belati. Jangan mati, jangan berhenti hingga di sini. Kendati penuh dengan cacat, dirinya lihai menggores kesempurnaan yang fana bagai katarsis terteguk segara. Laiknya pemuda dengan kromulen jiwa yang terjatuh mengeping diri. © marvennorita. - semi poetry.
All Rights Reserved
#121
san
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jatuh Cinta Di Antara Darah
  • Jiwa Senada | Terbit
  • Ecosillia
  • c.h.a.o.s.m.y.t.h
  • MASHIRO | OPEN PO
  • Kalut
  • The Silence That Shaped Me

Saat malam rei di tugas kan oleh ayah nya untuk membunuh keluarga yudihstira tapi sayang nya tugas itu gagal karena ada salah satu orang yang bener bener membuat rei terkejut karena orang itu adalah alea,tapi rei tetap melaksanakan tugas nya dan Rei bangkit perlahan.dingin.tegang rasa bercampur aduk > "Kirim tim ke perimeter. Tapi jangan sentuh Alea." > "Tapi-" > "GUE YANG TURUN SENDIRI." Jawab rei tegas Dan awal mulai kegaduhan di villa yudihstira

More details
WpActionLinkContent Guidelines