Timur Pulau Jawa

Timur Pulau Jawa

  • WpView
    LECTURES 31
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., juin 6, 2020
Aku menatapmu sekali lagi: tubuh kurus yang selalu ingin ku urus, fikiran kusut yang selalu ingin ku pahami, langkah-langkah besar yang selalu ku usahakan agar sejajar, dan bagian rapuh yang selalu ingin kulengkapi. Kau tak sedikitpun tersenyum, benar karena kau telah kembali fokus pada mimpimu. kembali lupa pada aku yang beberapa waktu lalu ada. Mentari senja semakin menguning, angin kencang menghembus. Menerbangkan harap yang telah kembali terajut, membawakan doa-doa untukmu. Ditepian dermaga ini kesekian kali kulepas dirimu, mengejar mimpi. Senja semakin haru, kala mentari terakhir benar-benar bersinar seiring hujan yang kembali turun. Rintiknya jatuh mengantar kepergianmu. 'Tuan, tak pernah benar-benar kumiliki dirimu, bahkan tak pernah ada harap yang benar-benar menyakinkan untukku.' Hujan semakin deras, saat kulihat kapalmu telah menjauh. Azan berkumandang dari segala penjuru, Tuhan ku kembali memelukku. Dalam haru doa ku lepas dirimu, dalam sujud terakhir ku sebut namamu. Berlayarlah tuan, berlayarlah yang jauh akan ku susul dirimu..
Tous Droits Réservés
#213
impian
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Jodoh Kedua (END)
  • Tertulis Dalam Doa
  • TIMELESS CRUSH (REVISI)
  • untuk damai
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • Bulan Berkisah [SUDAH TERBIT]
  • peluk yang ku rindu
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana

{18+}..... ***》SEKUEL dari cerita KITA Bulir keringat dingin tampak membasahi wajah itu. Raut kegelisahan yang terpancar dari wajah yang masih terlelap itu, menunjukkan bahwa dia mengalami mimpi buruk. Dengan sedikit napas terengah, dia tersentak bangun. Setelah bisa menguasai diri, dia bangkit dan melakukan sholat malam. Kepergian sang belahan jiwa membuatnya lebih rajin beribadah. Alasannya sederhana..... di akherat kelak dia ingin berkumpul dengan belahan jiwa juga buah hatinya. Selepas memanjatkan untaian doa, dia membuka pintu balkon kamar dan memandang ke langit lepas. "Sayang..... bagaimana kabarmu di sana? Aku merindukan kalian..... sangat," lirihnya sendu. Sudah tiga tahun berlalu sejak kepergian sang belahan jiwa, tapi dia masih tetap berada di tempatnya semula. Hati yang dia berikan seutuhnya pun ikut mati bersama kepergian sang belahan jiwa. Tak ada hal lain yang dirasakannya selain kehampaan. Hatinya kosong dan tertutup rapat untuk bisa dimasuki siapa pun. Karena bagi dia, pemilik hatinya adalah sang belahan jiwa..... ketika sosok itu pergi, dia pun menutup rapat pintu hatinya.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu