Timur Pulau Jawa

Timur Pulau Jawa

  • WpView
    LECTURAS 31
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, jun 6, 2020
Aku menatapmu sekali lagi: tubuh kurus yang selalu ingin ku urus, fikiran kusut yang selalu ingin ku pahami, langkah-langkah besar yang selalu ku usahakan agar sejajar, dan bagian rapuh yang selalu ingin kulengkapi. Kau tak sedikitpun tersenyum, benar karena kau telah kembali fokus pada mimpimu. kembali lupa pada aku yang beberapa waktu lalu ada. Mentari senja semakin menguning, angin kencang menghembus. Menerbangkan harap yang telah kembali terajut, membawakan doa-doa untukmu. Ditepian dermaga ini kesekian kali kulepas dirimu, mengejar mimpi. Senja semakin haru, kala mentari terakhir benar-benar bersinar seiring hujan yang kembali turun. Rintiknya jatuh mengantar kepergianmu. 'Tuan, tak pernah benar-benar kumiliki dirimu, bahkan tak pernah ada harap yang benar-benar menyakinkan untukku.' Hujan semakin deras, saat kulihat kapalmu telah menjauh. Azan berkumandang dari segala penjuru, Tuhan ku kembali memelukku. Dalam haru doa ku lepas dirimu, dalam sujud terakhir ku sebut namamu. Berlayarlah tuan, berlayarlah yang jauh akan ku susul dirimu..
Todos los derechos reservados
#7
akhirkisah
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Ruang yang tak Bernama
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • untuk damai
  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • peluk yang ku rindu
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku

Setelah patah hati yang mengajarkan luka lebih dalam dari sekadar kehilangan, Lili bersumpah tak ingin jatuh lagi. Tapi takdir mempertemukannya dengan lelaki sederhana yang hadir tanpa janji manis tapi penuh makna. lelaki itu berbeda. Bukan hanya caranya mencintai, tapi juga arah doanya. Semakin dekat mereka, semakin jauh kenyataan membawa. Di antara senyuman dan air mata, mereka menyadari: cinta bisa tumbuh di mana saja, tapi tak selalu bisa tinggal. Ini adalah cerita tentang dua hati yang saling menemukan, tapi tak bisa memiliki. Bukan karena tak cinta tapi karena mereka terlalu percaya. Apakah rasa bisa tetap tumbuh meski arah tak sejalan? Atau justru mereka harus memilih, antara cinta yang hangat... atau keyakinan yang tak bisa dikompromi?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido