Broken Pieces

Broken Pieces

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 21, 2020
Kuketuk pintu bilik kamar mandi yang rapuh itu. Lalu, sepersekian detik berikutnya, aku melihatnya berdiam diri di atas toilet duduk dengan bagian atas yang tertutup. Dia terlihat seperti manusia normal dengan rambut coklat gelap. Hanya saja, aku tidak menganggapnya senormal itu karena seorang kriminal pandai berkamuflase. "Kudengar kau seorang psikopat," ujarku dalam satu helaan napas. Tidak lama, aku melanjutkan, "bisakah kau membunuhku?" Sialnya, tanpa kusadari aku baru saja menambah satu masalah di hidupku setelah berurusan dengan Jevon Belvien. ©jung
All Rights Reserved
#17
suicidal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menentukan Takdir Antagonis
  • Forbidden Love
  • Am I Scary?
  • Bertemu dengan Creepy Pasta [Creepypasta x Black Wolf] - Black Wolf Season II
  • Drowning
  • Goodbye Alaska [END]
  • ANYELIR (END)
  • Dua Sisi
  • 'MY ENEMY'

Setelah kematiannya yang tragis, ia terbangun bukan di alam baka-melainkan di tubuh figuran wanita dalam sebuah novel dark-romance penuh kekejaman dan intrik. Namanya kini Axellia Jocelyn, sahabat setia dari antagonis pria yang dikenal bengis, sadis, dan tak punya belas kasih. Namun ini bukan sekadar perpindahan jiwa biasa. Ia diberi misi oleh pemilik asli tubuh Axellia: lindungi sang antagonis dari protagonis pria, seorang karakter "hero" yang ternyata jauh lebih kejam dan manipulatif daripada yang digambarkan dalam cerita. Sebagai sahabat satu-satunya yang berani menasihati sang antagonis, Axellia berada di tengah dua kutub kekuatan-cinta yang menghancurkan dan kebencian yang membunuh. Dalam dunia fiksi yang tak mengenal belas kasih, ia harus melindungi sosok yang seharusnya jatuh dalam kehancuran. Dan taruhannya? Tubuh abadi. Hidup selamanya. Kebebasan dari kematian. Namun semakin ia terikat pada dunia ini, perasaannya mulai terikat pada sang antagonis yang perlahan menunjukkan sisi manusiawinya. Dan saat batas antara fiksi dan realita mulai kabur, ia harus memilih: tetap menjadi figuran abadi... atau mengubah akhir cerita yang sudah ditakdirkan. "Aku bukan protagonis. Tapi kali ini, akulah yang akan menyelamatkan tokoh yang paling ingin dihancurkan oleh dunia."

More details
WpActionLinkContent Guidelines