Our World

Our World

  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 7, 2020
Cinta mulu!belajar sono,kalau ngk halu bareng gue.Gue Readers dan gue bangga!!mana ada Readers secakep,semanis,seimut,sepolos,selugu,sebuluq,seburiq,seglowing,sepas-pasan kek gue?Ada?Banyak. Bukan cerita cinta tapi cerita gue sebagai pembaca Wattpad yang bercita-cita menjadi istri Bright setidaknya pacar kalau ngk jadi istri Cerita cinta gue ngk penting-penting amatlah yang penting impian gue jadi istri Bright kecapai baru kita cerita yang lain Gue Jihan cewek gila yang bersekutu bersama kehaluan dunia Wattpad yang uwuw dengan romansa dan ini curahan hati gue bukan curahan hati istri seperti perfilm yang ada Gue ngk punya pacar bukan jomblo,dan alasan gue ngk punya pacar itu cuman nungguin Bright nembak gue kalaupun ada orang yang mirip Bright ataupun Kw nya gue siap kok,Gue ngk munafik!kalau gue mau pasti gue terima.
All Rights Reserved
#19
up
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pelangi yang Telah Lama Hilang
  • Setelah Hujan ( End ✔)
  • Kukira Kau Rumah, Ternyata Hanya Tempat Singgah:)
  • About me (aku bocah alay)
  • My Husband| mpreg [Bxb] Terbit
  • MY HUSBAND || Ss1 - Ss2 || END ✓
  • unstoppable
  • Kamu 너는 -- Kenangan Tentang Luka Dan Cinta
  • My ice girl

"siapapun tante, adik ayah, adik bunda, tetangga atau simpanan ayah, aku anggap tante cuma benalu tau" ucapku memberi penekanan pada kata simpanan. Wajah Tante Dista terlihat terkejut. "heiii.."ia membentakku "ga pernah di didik ya sama bunda mu, ternyata bundamu itu ga becus jadi seorang ibu ya pantas saja ayahmu tergila gila pada ku" "kamu ga usah senang dulu, suatu saat nanti aku yang akan mengusirmu dengan tanganku sendiri" sambungnya Aku menyeringai "barusan kau buat pengakuan kan" tanyaku menatapnya jijik. Tante Dista terlihat kikuk. "hahaa..... Jadi kau memang simpanan ayah. Dan masih sanggup tinggal dirumah kami. Ga tahu malu"ucapku dengan penekanan di kata simpanan dan malu. "kauuu-"ucapnya tertahan ketika bunda mulai mendekati kami. Aku mendekat ke arah tante Dista tetap mempertahankan senyum palsuku. Menginjak kakinya dengan keras, dan pura pura mencium pipinya dengan mesra. Dia menjerit tertahan dan aku senang. Tanganku yang bebas menarik rambutnya yang terjuntai panjang. Dia meringis dan mencengkram tanganku kuat kuat. Bunda tak pernah tau itu. Bunda hanya tersenyum dan menganggap semuanya akan baik baik saja. Padahal aku dan tante Dista sedang menyiapkan strategi perang kami masing masing.

More details
WpActionLinkContent Guidelines