El herido

El herido

  • WpView
    LECTURAS 816
  • WpVote
    Votos 94
  • WpPart
    Partes 14
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, abr 3, 2021
Lelah. Satu kata yang mewakilkan aku terhadap keadaan yang ada. Walaupun tak ada satu kata pun yang mampu mewakilkan nya. Menangis pun sudah berulang kali kucoba. Semua orang sama,hanya bisa menyakiti. Mencoba bertahan ditengah keadaan yang menyuruh ku untuk mundur secara perlahan. "Aku lelah. Aku pergi ya?" kakinya membawa ia menjauh dari lelaki yang membuat hari nya berwarna,namun malam ini ia hancurkan begitu saja. Lelaki itu hanya menggeleng. Ia menyesal telah membuat gadisnya terluka begitu dalam. Gadisnya telah pergi. Tunggu! Gadisnya? Mungkin malam ini sampai seterusnya kata itu tak berlaku lagi. ______________ Ceritaa pertama nih,semoga suka ya author collab dengan teman @a_kaa03 see you.
Todos los derechos reservados
#97
kuat
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Penuh Luka (On Going)
  • FIZYA
  • SHADOW
  • CARAPHERNELIA
  • MY LOVE STORY
  • Aku, Kau, dan Dia (Completed)
  • Full Of Scratches
  • False Hopes
  • Ketraka Mafy

No copas! Cerita ini hanya fiksi, hasil ide saya sendiri! Kisah ini tentang seorang gadis muda yang hidup dengan luka batin yang mendalam akibat ayahnya membiarkan ibunya untuk wanita lain. Luka ini tidak hanya mempengaruhi ibunya, tetapi juga dirinya sendiri. Ia tumbuh dengan perasaan tidak cukup baik, merasa bahwa dirinya tidak cukup berharga di mata ayahnya. Ia harus menghadapi setiap masalah dan ucapan dari ayah nya dan wanita pelakor itu. Namun, di tengah-tengah kesedihan dan kekecewaan, ia berusaha untuk bangkit dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. Melalui perjalanan hidupnya, ia belajar untuk menerima keadaan dan memaafkan ayahnya, meskipun itu tidak mudah. Cerita ini adalah genre perjuangan, kesedihan, dan proses penyembuhan, serta bagaimana seseorang dapat bangkit dari keterpurukan dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. ••• Dengan langkah cepat, Hendra menghampiri Melia yang melihat dirinya datar. "Apa yang kau lakukan, Melia?!" tanya Hendra dengan nada tingginya. Melia melirik pada Rina sebentar yang meringis kesakitan, lalu menatap Ayahnya lagi yang berada di hadapannya. "Ayah punya mata 'kan?" Melia bukan menjawab melainkan memberi pertanyaan. "Aku hanya berlatih melempar benda pada tempatnya kok," lanjutnya lalu melangkah pergi. "Melia!" Penasaran dengan alurnya? baca yok, jangan lupa follow dulu💋

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido