Untuk Apa ; Wonwoo Ft. Yerin

Untuk Apa ; Wonwoo Ft. Yerin

  • WpView
    Reads 18,203
  • WpVote
    Votes 3,062
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 13, 2023
"Tiap liat lu bawaannya pengen gue ruqyah." Sedang cewek di sampingnya mendelik, kemudian menyinyir cowok di sampingnya. "Untuk apa?" "Apanya?" "Lo capek-capek ngawasin, ngehukum, buat apa?" Cowok itu menghentikan aktifitas mengobati luka cewek nakal di sampingnya ini, menghela napas kemudian tersenyum singkat. "Cuma pengen dekat dengan lu. Gak ada alasan khusus, entah gue liat lu rasanya pengen ngegenggam tanganlu mulu." started 040620
All Rights Reserved
#919
yerin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Love You, But ... ✓
  • because of you ↬ jww + jyr ꧂ ✔
  • Rumit [END]
  • You & I (Wonwoo X Sinb)✅
  • Aku Ada Untukmu ✓
  • Osis In Luv✓
  • My Mother Is an Idol
  • My Freaking Doctor
  • We ARE the Butterflies🌷[REVISI]

Orang-orang berpikir Lee Seokmin adalah cowok yang Yuna suka dan Kwon Soonyoung adalah kebalikannya. Karena Yuna selalu tersenyum dan akrab dengan Seokmin, sedangkan pada Soonyoung seperti musuh. Namun, Soonyoung tak pernah menyerah dengan perasaannya. Hingga akhirnya dia mendapatkan hadiah besar setelah malam itu terjadi. Dia tidak sabar mendengar Yuna menerima perasaannya kemudian berpacaran dengannya. Seharusnya itu terjadi. Seharusnya. **** "Kau mau pergi? Kenapa?" Kebisuannya bisa membunuhku. "Yuna, kau bahkan tidak memberiku kesempatan pacaran denganmu! Kau bilang jawabannya hari ini." Dia sepertinya tidak peduli seberapa dalam kehancuran yang akan kuterima akibat putus asa mengejarnya. "Kenapa kau tega sekali padaku? Jawab aku!" Dinding batu yang mengungkung tubuh Yuna akhirnya binasa. Dia menjatuhkan tasnya dan melangkah ke arahku. Matanya tiba-tiba memerah. Aku bertanya-tanya apakah dia hendak menangis atau itu memerah karena hal lain seperti kelilipan atau apa. Tiba-tiba kedua tangannya mendorong dadaku. Kencang sekali. "Kau mau pacaran denganku? Baiklah," ujarnya, suaranya gemetar. Dia mendorongku lagi, lebih kencang hingga tubuhku keluar dari bawah atap halte ke bawah guyuran hujan. "Ayo pacaran." Yuna mengeluarkan ponsel. Sementara jemarinya menari di atas layar, aku mengawasi dengan gigi bergemeletukan, tubuhku menggigil kedinginan, tanganku terkepal kencang. Kemudian gadis itu memamerkan layar ponsel padaku yang menampilkan penghitung mundur. "Tiga menit dari sekarang."

More details
WpActionLinkContent Guidelines