Tentang Bunga

Tentang Bunga

  • WpView
    Reads 19,874
  • WpVote
    Votes 901
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadComplete Wed, Jul 13, 2016
Mawar, artinya cinta? masa sih? Devi Kalyca ngga pernah tau menau tentang bunga-bungan, dan ngga pernah ingin tau sampai se-bucket mawar Ia temukan di bangku favoritnya di Cafe. Untungnya ada Damar si anak pemilik toko bunga -- yang cukup terkenal di Jakarta yang selalu bantuin Devi buat menafsirkan banjir bunga yang melandanya. Tapi, mungkin kisah Devi tak seindah bunga yang Ia terima.
All Rights Reserved
#704
cafe
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Coffee Shop Serendipity [ ON GOING ]
  • Ruang Biru [ON GOING]
  • Perfect uncle ✓
  • Bukan Stalker [TAMAT]
  • The Bloom in My Cup
  • She's Mine (COMPLETED)
  • Warkop '1999(hiatus)
  • Rhythm in Our Hearts
  • Gue, Matcha dan si Mantan Stalker

Daffin Antasena tak pernah menyangka bahwa rehat sebulan sebelum tur albumnya justru membawanya kembali pada satu hal yang belum pernah benar-benar ia tinggalkan: masa lalu. Kembali ke kota tempat ia tumbuh dan jatuh cinta untuk pertama kalinya, Daffin menemukan sebuah kedai kopi yang cukup eksis dan menarik perhatiannya karena konsepnya terasa akrab dan nyaman untuknya yang perlu menjauhi kerumunan. Hingga ia menyadari satu hal yang membuat jantungnya tercekat. Pemilik kedai itu adalah Lea, mantan kekasihnya. Hubungannya dengan Lea berakhir baik-baik saja. Mereka sepakat untuk mengakhiri hubungan karena tak cukup kuat untuk bertahan dalam jarak, setidaknya menurut Daffin. Namun Lea yang kini berdiri di hadapannya bukanlah Lea yang ia kenal. Gadis yang dulu sensitif terhadap kafein itu kini hidup di antara pekatnya kopi dan aroma espresso. Lebih dari itu, sikapnya pun dingin seolah Daffin hanyalah pelanggan biasa. Tentu hal itu menimbulkan tanda tanya baginya. Apa yang terlewat selama Daffin mengejar mimpinya? Dan mengapa masa lalu yang dirasa selesai dengan baik justru menyisakan pertanyaan yang tak pernah ia ketahui jawabannya? Pertemuan yang tak direncanakan itu membuka kembali luka, kenangan, dan perasaan yang belum benar-benar padam. Di antara pahitnya kopi dan manisnya kenangan, Daffin dan Lea harus memutuskan, apakah cinta lama memang ditakdirkan untuk kembali, atau hanya indah sebagai kenangan? - Coffee Shop Serendipity -

More details
WpActionLinkContent Guidelines