Cakrawala

Cakrawala

  • WpView
    Reads 115
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 19, 2020
Bagaimana jika kamu yang awalnya tak ingin berkecimpung di dunia organisasi harus masuk kedalamannya karena mulut kamu yang tidak bisa diajak kompromi? Ya itu yang dialami oleh aya, mahasiswa baru yang secara gamblang mengatakan bahwa anak organisasi itu rata rata anak yang lulus telat, suka gak masuk kelas dengan alasan rapat, suka gak punya waktu buat istirahat. Akibat dari omongannya yang didengar oleh presiden mahasiswa dikampusnya, membuat Aya perlahan memasuki dunia organisasi. "Tugas dari dosen udah bikin melarat, masuk organisasi yang ada bikin gue jadi sekarat." -Aya "Belum jadi mahasiswa kalo belum berorganisasi."-Absha Mau tau kisah aya yang memiliki sejuta mimpi itu ketika berkecimpung didunia yang menjadi identitas seorang mahasiswa yang katanya agen of change dan agen of control social tersebut? Come on teman, buruan dibaca, jangan sampai ketinggalan. Akan update setiap hari jika tidak ada halangan, terimakasih.
All Rights Reserved
#14
presma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Behind The Smile (TERBIT)
  • Cahaya [COMPLETED]
  • Suami Satu Semester (SUDAH TERBIT)
  • SMP (sudah Mencintai Pergi)
  • senja di matamu
  • SKRIPSUIT  ✔
  • FIX YOU [TERBIT]
  • Inside You
  • Together ✓[COMPLETED]
  • Are You The One Tied to Me?

| Self discovery | Family & Relationship| slice of life | coming of age | "Behind The Smile" Di balik tawa dan vibes ceria, siapa yang nyangka ada luka yang nggak kasat mata? Ini cerita tentang tiga anak muda yang hidup bareng di satu tempat, tapi masing-masing punya "baggage" hidup yang berat banget buat diomongin. Ada yang struggle banget karena nggak pernah dapet support penuh dari keluarga, terutama soal pendidikan. Komentar negatif dari orang sekitar bikin overthinking nggak kelar-kelar. Ada juga yang tumbuh di keluarga broken home, dipaksa ngikutin mimpi orang tua yang nggak nyambung sama passion-nya. Kasih sayang? Nihil. Dia cuma bisa bertahan karena nggak punya pilihan lain. Terus ada lagi yang mentalnya udah remuk karena sering dibandingin sama saudara atau orang lain. Support emosional dari keluarga? Jangan harap. Mereka keliatan fine di luar, senyum terus, ketawa terus. Tapi di balik itu? Mereka lagi perang sama diri sendiri. Pas hidup makin kerasa toxic dan jalan keluar nggak kelihatan, apa mereka bisa nemuin power buat bangkit lagi? Let's find out their journey-raw, real, and relatable banget dalam "Behind The Smile"

More details
WpActionLinkContent Guidelines