Raya!
  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 21, 2020
Raya hanyalah gadis biasa yang pada awalnya ia menjadi anak teladan di rumahnya yang selalu mengikuti perkataan ayah dan kakak-kakaknya. Beranjak dewasa ia mulai merasa terkurung. Raya tidak pernah merasakan mengambil keputusan sendiri dalam hidupnya selalu ada campur tangan keluarganya. Rana melawan... Rana memberontak... Lalu ia diusir begitu saja keluar dari rumahnya, rumah yang telah ia tinggali dari kecil. Rumah yang seharusnya menjadi tempat untuk pulang nyatanya menjadi duri yang tumbuh dari dalam. Ia memilih angkat kaki, pergi dengan harapan pahit bahwa rumah tempatnya tinggal selama ini yang menyuruhnya keluar dan menjalani hidup sendiri. Ia ingin membuktikan anak perempuan yang dianggap sepeleh oleh keluarganya yang dominan laki-laki bisa hidup bahagia dan berhasil tanpa dukungan mereka Ia ingin membuktikan perempuan bukanlah objek dengan segala larangan yang berlaku dimasyarakat. Terkurung dengan perkataan banyak orang yang meremehkan perempuan. Rana ingin membuktikan Ia melawan
All Rights Reserved
#2
cerpenmini
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love Brings You Home
  • MIRROR DEVIL
  • Our Dream House (TAMAT)
  • RENJANA DERANA [END]
  • Kinara (Completed)
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • Raina Maramitha
  • Noda Masa Lalu (TAMAT)

Raina menatap keluar jendela apartemennya yang berada di lantai 20, memandangi gemerlap kota yang tidak lagi terasa hidup. Dari jauh, segalanya tampak sempurna-pekerjaan dengan gaji besar, apartemen mewah, dan teman-teman yang sering mengajaknya pesta hingga pagi. Tapi di dalam dirinya, ada ruang kosong yang tidak bisa diisi oleh semua itu. Di sudut meja, tiket kereta menuju sebuah kota kecil tergeletak, mengingatkan Raina pada keputusan impulsif yang dibuat semalam. Dia tidak tahu apa yang ada di kota itu, hanya tahu bahwa dirinya butuh pergi-jauh dari rutinitas yang menyesakkan, jauh dari hidup yang terlihat sempurna di mata orang lain. Sebuah suara kecil di kepalanya bertanya, "Apa yang sebenarnya kau cari, Raina?" Dia tidak tahu jawabannya, tapi satu hal pasti: dia sudah lelah hidup seperti ini. Dengan koper kecil di tangan, Raina menutup pintu apartemennya, mungkin untuk terakhir kalinya. Dia tidak sadar, perjalanan ini bukan hanya tentang menemukan tempat baru, tapi juga tentang menemukan dirinya sendiri, dan sesuatu yang selama ini tidak pernah ia duga-cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines