His Hero

His Hero

  • WpView
    LECTURAS 998
  • WpVote
    Votos 100
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, jul 25, 2020
Perwira Polisi dari devisi kriminal yang muda dan tampan berhasil membuat seorang dokter ahli bedah dari Rumah Sakit Harapan Beijing jatuh bangun mengejar untuk menangkap hatinya. Apakah sang hero akhirnya bertekuk lutut?? ikuti perjalanan mereka selangkah demi selangkah...
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • MASTER ON THE BED
  • Healing You Healing Me (HIATUS)
  • Two Worlds Colliding [Terbit]
  • Hospital Story
  • The Way You Look At Me | KOOKJIN [END]
  • The Air I Breath
  • Open BO

Wang Yibo-konglomerat muda, tampan, dan mematikan-terkenal dengan julukan Master on the Bed. Ia bukan hanya ahli dalam dunia bisnis, tapi juga dikenal sebagai lelaki yang nyaris sempurna dalam urusan percintaan. Dingin, berwibawa, dan tak pernah tertarik pada cinta sejati-sampai takdir mempertemukannya dengan sosok yang tak terduga. Suatu malam, saat baru saja keluar dari restoran mewah ditemani barisan bodyguard, Yibo dihantam oleh seorang pria kurus dengan piyama rumah sakit yang lusuh. Pria itu lari-lari panik di trotoar, berteriak-teriak lucu sambil sesekali menatap langit dan tertawa sendiri. Sebelum Yibo sempat bicara, pemuda itu menatapnya lekat-lekat, lalu berkata dengan polos... "Kamu malaikat ya? Kok ganteng banget?" Seketika, para dokter dan suster dari rumah sakit jiwa berlarian mengejar sang pria, yang ternyata adalah pasien kabur bernama Xiao Zhan. Suasana jadi heboh, tapi Yibo hanya terpaku. Ada sesuatu yang aneh dalam tatapan Zhan-kebebasan, kepolosan, dan luka yang tak terlihat. Saat semua orang sibuk membawa Zhan kembali, Yibo tahu satu hal: pria itu telah mencuri perhatiannya. Dan untuk pertama kalinya, Tuan di Atas Ranjang jatuh cinta... bukan karena tubuh, tapi karena jiwa.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido