Cinta Untuk Aisha

Cinta Untuk Aisha

  • WpView
    Reads 150
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 10, 2025
GENRE : SPRITUAL - ROMANCE 🥀 Aisha, gadis berusia 22 tahun yang menjalani hidupnya dengan terencana. Tak pernah ia terpikir akan menikah dalam usianya yang masih begitu muda. Lantas apa jadinya, jika suatu keputusan membuat ia terbangun dalam pelukan hangat seorang pria dewasa. 🥀 Ini kisah pernikahan antara Aisha (22 tahun) dan Alfian Rayyan Pramesta (29 tahun). FOLLOW ME BEFORE READ
All Rights Reserved
#32
generalfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Nala dan Mas Juragan
  • Chasing Sanara
  • De Andere Weg (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • The Villain's Mother
  • The Last Yes!
  • Almost Married (END)

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines