Dark Night

Dark Night

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 14, 2021
WpInfo
Non-Fiction
Tagscermin
[cermin] Bianca terkejut bukan main ketika dirinya tiba-tiba terbangun di tempat yang tak ia kenal. Belum lagi sesosok makhluk mengerikan mengincar nyawanya. Belum selesai dengan satu masalah, seorang dokter mengatakan kalau dirinya adalah seorang wanita dewasa dengan nama Zybia. Parahnya, Zybia adalah seorang pelaku pembantaian! Akankah Bianca berhasil mengungkap rahasia di balik tabir ini?
All Rights Reserved
#641
cermin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cermin Ke Dunia Aetheria
  • Cermin di Ujung Jalan
  • Silent Obsession
  • Detective Vina
  • Dibalik Cermin✔
  • CLAREZO TRANSMIGRATION (Ending)
  • Dibalik Cermin Keabadian
  • hidden secret ( Yizhan)
  • Transmigrasi Zevarellzy

Raina, gadis 16 tahun dengan rambut sebahu dan tatapan selalu penasaran, berdiri terpaku di depan rumah tua yang diwarisi dari neneknya. Bangunan itu berdiri seperti bangkai raksasa di tengah desa kecil bernama Windmere, penuh dengan tanaman rambat dan cat yang mengelupas. Tapi yang paling menarik perhatian Raina bukan dindingnya, melainkan cermin besar di loteng, berbingkai perak dengan ukiran aneh seperti simbol bintang, mata, dan akar pohon. "Aneh... kenapa cermin ini dingin sekali, padahal lotengnya panas," gumam Raina, meletakkan tangannya di permukaannya. Begitu jari telunjuknya menyentuh simbol di sudut kanan atas, udara di sekitarnya bergelombang. Cermin itu bersinar lembut biru, dan permukaannya mulai berputar seperti pusaran air. Sebelum Raina sempat mundur, sebuah suara terdengar di dalam kepalanya: "Pewaris Cahaya, waktumu telah tiba." Dan dalam sekejap, tubuhnya tersedot ke dalam pusaran itu. Raina terjatuh di atas rerumputan ungu dan langit jingga - dunia asing yang tampak seperti mimpi dan mimpi buruk bersatu. Makhluk bersayap perak melayang di udara. Pohon-pohon berbisik. Di kejauhan, berdiri sebuah menara kristal yang memancarkan sinar ke langit. "Selamat datang di Aetheria," kata seorang anak laki-laki sebaya yang tiba-tiba muncul di sampingnya. "Kami sudah menunggumu selama dua abad."

More details
WpActionLinkContent Guidelines