Story cover for AWAN by bumixa
AWAN
  • WpView
    Reads 238
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 238
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Jun 04, 2020
Kisah seorang gadis remaja yang keluarga hampir rusak, ya Awan adalah salah satu anak broken home.

Suatu ketika Awan bertemu dengan seorang laki-laki remaja seumuran dengannya, dan Awan menjadikannya sebagai sahabat

Tetapi lama-kelamaan perasaan awan bukan lagi hanya sahabat, awan menginginkan lebih dari sahabat.

Apakah cinta Awan akan diterima oleh sahabatnya itu atau malah dia jadi broken heart?

Apa kalian pernah punya rasa suka sama sahabat kalian sendiri? kalau pernah gimana dibalas atau diabaikan?
Kalau terbalaskan semoga bahagia selalu,
Dan untuk kamu yang diabaikan tetap semangat ya, kamu pasti bisa melewati ini semua, jodoh kamu sudah menunggu jangan terpaku oleh satu hal, oke

Semoga kalian suka dengan cerita ini
Cover By : PUTRI_GRAPHIC
All Rights Reserved
Sign up to add AWAN to your library and receive updates
or
#149awan
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak? cover
AURORA cover
Leo 2 : Soulmate? ✔ cover
The Art of Letting Go cover
only he is the one i want [ lilynn ] cover
MENGEJAR AWAN cover
YANA&GALANG [Tamat] cover
GRIZLEN {On Going} cover

Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?

8 parts Ongoing

Awalnya, Oline hanya menjalankan permintaan Delynn-mengantar Erine pulang, menemani jika Delynn tak bisa, memastikan gadis itu baik-baik saja. "Tolong jagain Erine ya, gue lagi sibuk." Itu yang selalu Delynn katakan. Dan Oline, sebagai sahabat, selalu menurut. Tapi lama-kelamaan, semuanya berubah. Erine bukan sekadar tanggung jawab yang Delynn titipkan. Setiap keluhan tentang Delynn, setiap panggilan malam yang meminta Oline untuk mendengar, setiap tawa, setiap tatapan yang tak seharusnya berarti apa-apa-perlahan, semuanya mulai mengisi ruang kosong dalam hati Oline. Dia tahu Erine masih mencintai Delynn. Dia tahu dirinya hanya tempat persinggahan saat Delynn tak ada. Tapi semakin lama, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kenyataan bahwa Erine selalu pulang padanya. Oline tak tahu sampai kapan dia bisa menahan perasaan ini. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya setiap kali Erine memilih meneleponnya daripada Delynn: Kalau Delynn tahu, dia akan marah nggak? Atau justru... dia memang tak pernah peduli?