PULAU KAPUK [COMPLETED]

PULAU KAPUK [COMPLETED]

  • WpView
    LETTURE 1,081
  • WpVote
    Voti 195
  • WpPart
    Parti 21
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mer, mar 17, 2021
[BEBERAPA CHAPTER DI PRIVATE. FOLLOW DULU AGAR DAPAT MEMBACA!!] Chelyn Shania, seorang gadis dengan paras cantik nan anggun. Ia memiliki sifat pemalas. Namun, selalu mendapat nilai tertinggi di kelas. Tidak hanya itu, ia juga selalu bersikap bodoamat dengan ucapan orang lain. Selalu tidak peduli dengan sekitar, membuat orang malas untuk bercanda dengannya. Chelyn merupakan seorang siswi alumni SMP Mandala yang dulunya culun, sangat gemuk, dan menjadi bahan bully-an. Berbeda dengan sekarang. Berkat usaha dan kerja kerasnya, Chelyn mempunyai tubuh yang langsing. Tak jarang, siswa SMA Antariksa menjadikannya bahan taruhan. Hingga Chelyn bertemu dengan Angga Mahendra. Seorang lelaki yang bisa menarik perhatiannya. Lelaki yang bisa membuat jantungnya berdisko ketika berdekatan. Mahendra, seorang siswa baru yang entah datang dari mana. Lelaki itu selalu bisa menghilang dari hadapan Chelyn. Walaupun gadis itu cuma memejamkan mata beberapa detik. Pertanyaannya .... Kemana hilangnya Mahendra saat Chelyn memejamkan mata? "Gue janji bakal bikin Lo bahagia, Chel!" -Angga Mahendra "Lo siapa? Gue siapa? Ini di mana?" -Chelyn Shania.
Tutti i diritti riservati
#789
kebohongan
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • KARAFERNELIA
  • Shila [SELESAI]
  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • Angry Birds dan Shaun The Sheep
  • My Bad Boy Arga [SELESAI]
  • CHAIVARO
  • Antara seamin dan seiman
  • Rasya Vs Rasyid [END]
  • I'M NOT PCHYOPAT [Revisi]
  • ELGA

Cerita ini menggambarkan perjalanan emosional Bryan dan Alesha serta dampaknya pada anak-anak mereka, menggambarkan kebahagiaan di tengah kesedihan dan harapan untuk masa depan. .... Raka berdiri di tengah kamar, wajahnya merah dan napasnya memburu. "Lu mending keluar dari kamar gue sekarang juga! Lu cuma ganggu gue, tau nggak? Bicara yang penting-penting aja, jangan cuman bikin ribut!" ujarnya dengan emosi memuncak. Bian, yang sudah lelah dengan suasana tegang, menjawab dengan nada kesal, "Biasa aja napa sih? Iya, iya, gue keluar. Gue nggak akan ganggu lo lagi." Dengan geram, Bian membuka pintu dengan keras dan menutupnya sampai bergetar. Kamar itu kini hening. Raka berdiri diam, meresapi kesunyian yang menggigit. Di sudut kamar, dia membiarkan air mata menetes perlahan, wajahnya tersembunyi di balik tangan. Dalam isak tangisnya, dia berbisik, "Gue nggak benci, gue cuma kangen. Gue pengen banget ngerasain pelukan dari sosok ayah, tapi dia udah punya keluarga sendiri, jadi gue nggak bisa ganggu dia." Raka merasa frustasi dan terpuruk, merasakan setiap detik beratnya kepergian dan kekosongan yang ditinggalkan. Seperti jejak langkah yang meninggalkan bekas, kenangan itu terus menghantui dan menyisakan luka dalam hati.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti