BERCINTA SAAT SMA [18++]

BERCINTA SAAT SMA [18++]

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 4, 2020
⚠️Warning banyak memgandung adegan 21+ "Ssshhh.....aahhhh...aaahhh arya aahhh," Vanya mendesah kenikmatan saat Arya begitu lihai memainkan jarinya di vagina Vanya. "Ayo sayang sebut terus nama ku ayooo!!" pinta Arya sambil menbah kecepatan gerakan jarinya di dalam vagina Vanya yang merah mudah itu, begitu indah ingin sekali memasukkan kejantanan ku ini kedalamnya pasti begitu nikmat. Namun sayang sekali ini di sekolah. Arya terus menambah kecepatannya hingga membuat Vanya merasakan betapa nikmatnya dunia. Vanya terus mendesah kenikmatan seraya menyebut nama Arya, namun Arya tak menghiraukannya. Beberapa saat kemudian Vanya mencapai orgasmenya. "Ahhh....ssshhhttt.... ahhhh Aryaaa" desah Vanya. Badan Vanya mematung Ia merasakan suatu kenikmatan yang luar biasa saat suatu cairan keluar dari vaginanya. Arya langsung membersihkan cairan orgasme Vanya dengan lidahnya. Ia menjilat cairan yang berserakan di paha dan sekitar alat kelamin Vanya itu hingga habis. "Buruan rapiin rok nya sayang, entar ada guru yang liat kita. Kita udah mabal dua mata pelajaran," Vanya langsung merapikan rok nya dan mereka segera kembali ke kelasnya masing - masing.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BABY CEO 21+
  • KAKAK KELASKU YANG SEKSI (TAMAT)
  • SENANDIKA (Zeedel)
  • sex-crazed woman {END}
  • My Sugar Daddy(END)
  • SECRET 2 : DEBARANDIN
  • Secret In Silence

⚠️⚠️ Cerita dewasa! Bukan bacaan anak di bawah umur yang masih sekolah! Pilih bacaan yang sesuai rating usia kalian. "Ares...," erang Vanya saat Ares begitu dalam menciumnya hingga ia nyaris tak dapat bernapas. Namun, pria itu tidak menghentikan ciumannya. Vanya justru mendapatkan remasan lembut di payudaranya hingga erangan keluar dari tenggorokannya seraya menggeliat semakin gelisah. Bibir Ares berpindah ke dada Vanya, kecupan demi kecupan di payudaranya yang mengeras Vanya terima. Begitu juga saat lidah Ares menjilati puncak payudaranya, Vanya merasakan jika kegelisahan dan kesengsaraan yang menderanya seakan hendak membunuhnya. "Ares...." "Jangan terburu-buru," kata Ares. Vanya tidak mengerti maksud Ares, tetapi juga tidak mengerti untuk apa ia terus saja memanggil Ares. "Ares, kumohon." 📌 Bukan Squel! IG : cherry.blossom0311

More details
WpActionLinkContent Guidelines