1 KOMPLEK 9 KEPALA

1 KOMPLEK 9 KEPALA

  • WpView
    Reads 429
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 28, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Jadi seorang pemimpin itu impian bapa saya. Kalo saya sih pengennya jadi ultramen yang memimpin galaksi bima sakti. Tapi gk kesampean, ya udahlah Setidaknya saya sekarang menjadi ketua Rt. Menjadi seorang Rt mungkin akan menjadi seorang yang sangat dihormati di suatu kampung, namun tidak berlaku untuk saya karena mempunyai warga yang sangat aneh dan beraneka ragam. Rasa ingin mengundurkan diri selalu saja saya rasakan karena tidak sanggup dengan kelakuan-kelakuan aneh para warga absurd ini. Tapi mau gimana klo saya berenti nanti impian saya gk terwujud dong:(( Nah mau tau kan kelakuan-kelakuan aneh para warga saya? ayo baca dan jangan lupa vote dan komen agar warga saya selalu heboh. 📣UPDATE SETIAP MALAM SABTU
All Rights Reserved
#130
bobrok
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANNOYING KOMANDAN {END} ✓
  • Become Magister Or Become Mother
  • Ketika Cinta Tak Mengenal Basa-basi
  • Sudut pandang (felisha)
  • Sebelum Tidur | end Season 1 |
  • Komplek Dagem //Revisi
  • Rumah Penuh Cerita
  • Transmigrasi Jadi Istri Gendut (End) (Terbit)
  • Baby Lele (On Going)

"Aiptu Nachita Yuananda, kamu tanggung jawab saya. Mulai sekarang dan seterusnya." "Sampai ketemu besok atau di waktu tertentu. Kapanpun itu, saya akan selalu menunggu saat kita ketemu lagi dengan euforia yang sama." Kisah cinta sepasang Abdi negara yang bertemu secara sengaja. Namun, jatuh cinta tanpa di sengaja hingga menumbuhkan perasaan yang mengekal dalam jiwa. Mengikat hati tanpa perlu kata, hanya melalui tatap mata. "Maaf, karena sudah lancang menjatuhkan hati pada Komandan." "Siap, Komandan!" "Saya siap menemani Komandan di setiap langkah yang Komandan ambil. Saya siap berada di sisi Komandan, dan menjadi rumah buat Komandan." "Saya gak bisa janjiin apa apa, Ndan. Saya juga bukan manusia sempurna, tapi kalau mau bahagia sama sama. Saya bersedia." Romansa sepasang anak manusia yang membuat cemburu setiap mata yang memandang mereka, bahkan tuhan pun cemburu melihat besarnya cinta itu. "Aku ingin jadi seperti senja, Mas. Yang kepergiannya selalu membekas di hari orang-orang. Yang keindahan nya selalu abadi dalam benak setiap makhluk, meskipun kehadiran singkat." "Untuk mencintai Senja, Kamu tidak perlu menjadi bumi." "Kamu hanya perlu menjadi Mentari, karena Mentari ikut kemanapun Senja pergi. Bahkan tengelam bersama Senja." Senja, Bumi dan Mentari. Itulah mereka. Sebuah perumpamaan yang sederhana, namun rumit jika di jabarkan dengan kata-kata. Hingga menghabiskan jutaan kata pun tak mampu menggambarkan betapa indahnya tiga hal tersebut. "Tetap bersinar ya, Mentari ku...." "Kamu beneran pergi, Na?" Keindahan cinta dari kedua insan itu menyemai kecemburuan dari Sang Maha cinta. Sehingga dia merenggut salah satu dari mereka dan menjadikan dia yang tersisa, mengambil peran bumi yang gelap gulita karena ditinggal senja. "Mentari mu ini, akan menyusul Senja-nya segera." "Dengan ini tugas kamu saya nyatakan selesai, Iptu Nachita Yuananda. Beristirahat dengan tenang, senjaku. Namamu akan harum di kenang seluruh negeri."

More details
WpActionLinkContent Guidelines