LANTANA

LANTANA

  • WpView
    Reads 534
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 23, 2022
Kaleena Sylvie, sang Bunga dari Hutan. Bagaimana kau menggambarkan bunga dari hutan? Liar? Tak bernilai? atau justru sulit diraih hingga menjadi istimewa? Iona Farand, sang Bunga Ungu yang Menyenangkan. Bagaimana pula kau menggambarkan bunga ungu yang menyenangkan? Mahal? Penuh keanggunan? Sepatutnya dipuja? Namun, bunga tetaplah bunga. Tak berdaya ketika direngkuh lautan luas. Melayang, terombang-ambing, dan mungkin saja akan tenggelam. 💐 "Apa yang kau lakukan? untuk apa memetiknya? itu hanya bunga liar" Si pemetik bunga pun tersenyum, "Bahkan bunga liar pun memiliki nama. LANTANA, setauku itu namanya. Meskipun bunga ini kau anggap liaar, tapi lihatlah, bukankah ini terlalu cantik untuk diabaikan? Warnanya pun beragam. Ungu, kuning, oranye, putih." menatap lama lawan bicaranya, kemudian mengibaskan bunga-bunga yang tadi dipetiknya. "Ah... bunganya terlalu rapuh" keluhnya saat melihat bunga-bunga segar itu berguguran dengan mudah. 💐💐💐💐💐💐💐 🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁 Novel pertamaku, semoga kalian suka ya 🏵 Mari berkarya dan menghargai karya oranglain dengan tidak melakukan plagiasi dan pembajakan 🌼
All Rights Reserved
#1
ungu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benang Senja
  • Mahardika | Kim Doyoung ✓
  • ❲END❳ TRAPPED IN A HAREM NOVEL
  • Tyllie {END}
  • GRADIOLA ( END )
  • Va in Soarta ✓ [TERBIT]
  • NOESIS [END]
  • Swan's Last Pirouette
  • TACENDA

Tanpa banyak bicara, dia mendekat, jaraknya hanya beberapa inci dariku. 'Kalau kamu butuh pelarian untuk melupakan sejenak, aku di sini.' ... "Menatap langit senja, cahaya matahari bergulir perlahan, lembut seperti seutas benang halus yang melintas di atas air. Kilauannya memantul sekejap, sebelum lenyap perlahan, meninggalkan jejak gulita yang sunyi." "Cinta bagaikan langit malam, Indah, kupilih satu bintang Namun redup.. Kupilih bulan sebagai gantinya." ... "Aku tidak memilihnya, bagaikan bayangan di tengah terik, menawarkan teduh yang kubutuhkan tetapi membawa dingin yang tak pernah kuinginkan. Ia adalah pelarian dari dunia yang menghimpitku, namun perlahan, aku sadar, aku sedang berlari menuju jurang yang lebih dalam." "Apakah sebuah takdir? Apakah ini sebuah kesalahan takdir? Apakah takdir menyeret kerah bajuku untuk berlutut diatas semua kekacauan ini." "Takdir itu bernama Nara" . . "Cerita ini fiktif. Kesamaan nama atau latar tempat bersifat kebetulan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines